Polisi Ungkap Tawuran Maut di Bandar Lampung, Remaja 16 Tahun Jadi Tersangka

Bandar Lampung,Viraltimes.id - Aksi tawuran yang telah direncanakan melalui media sosial kembali memakan korban jiwa di Kota Bandar Lampung. 

Seorang pria berusia 21 tahun tewas setelah mengalami luka bacok di bagian kepala dalam bentrokan dua kelompok remaja di kawasan Bumi Waras, Minggu dini hari, (10/5/2026).

Korban bernama Fransius Sihombing, warga Jalan Hayam Wuruk,Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Ia meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Graha Husada akibat luka robek di bagian kepala atas.

Kapolresta Bandar Lampung Alfred Jacob Tilukay mengatakan bentrokan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Yos Sudarso.

“Korban dan kelompoknya sebelumnya membuat janji tawuran melalui direct message Instagram dengan kelompok lain,” kata Alfred, Selasa (12/5/2026).

Menurut polisi, malam itu korban bersama sejumlah rekannya berkumpul di kawasan Sawah Brebes. Kelompok tersebut dikenal dengan nama “TOLAI”. 

Dari lokasi tongkrongan itu, mereka diduga mengatur tawuran dengan kelompok “GG Lampung” atau Gerabak-Gerubuk Lampung melalui media sosial.

Sekitar 20 orang kemudian bergerak menuju titik yang telah disepakati menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, kelompok lawan sempat melarikan diri ke area permukiman warga. Situasi sempat mereda sebelum korban bersama tiga rekannya kembali mendatangi lokasi.

Polisi menyebut korban saat itu berboncengan empat menggunakan satu sepeda motor. Ketika bertemu dengan seorang remaja berinisial JK, salah satu rekan korban yang duduk di bagian belakang diduga lebih dahulu mencoba menyerang menggunakan senjata tajam.

Dalam kondisi itu, JK yang kini berstatus anak berhadapan dengan hukum disebut langsung mengayunkan parang ke arah korban.  

 “Sabetan parang mengenai kepala bagian atas korban,” ujar Alfred.

Korban sempat berusaha melarikan diri. Namun sepeda motor yang dikendarainya oleng akibat luka parah yang dialami. Rekan korban kemudian mengambil alih kendali motor sambil menopang tubuh korban yang telah bersimbah darah. 

Sesampainya di Rumah Sakit Graha Husada, korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi bergerak setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan 110 terkait aksi tawuran di kawasan Bumi Waras. Tim patroli dan Unit Reskrim Polsek Bumi Waras kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV serta video yang beredar.

@Widi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama