Masjid Al-Hikmah Berdiri dari Keikhlasan Umat, Kini Amanah Dilanjutkan Kepemimpinan Baru

 

BITUNG - Viraltimes.id, Tidak ada perjuangan yang benar-benar mudah, terlebih ketika membangun rumah ibadah yang berdiri dari kekuatan kebersamaan umat. Di Masjid Al-Hikmah Kolombo Aspal, Kecamatan Maesa, Kelurahan Bitung Barat 2, setiap sudut bangunan menyimpan cerita tentang pengorbanan, keikhlasan, dan air mata perjuangan masyarakat.

Selama masa kepemimpinan Ketua BTM Al-Hikmah Deni Malalutang bersama Awaludin Ambat sebagai Sekretaris dan Yudas Tumoka sebagai Bendahara, perjalanan membangun dan menjaga masjid tidak selalu berjalan mulus. 

Ada lelah yang dipendam, ada tekanan yang tidak terlihat, bahkan ada keadaan di mana semuanya hanya bisa dijalani dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT.

Namun satu hal yang tetap menjadi kekuatan terbesar adalah jemaah.

Jemaah yang datang membantu tanpa diminta. Jemaah yang tetap bersedekah meski dalam keterbatasan ekonomi. Jemaah yang rela mengangkat material, membersihkan lingkungan masjid, hingga meluangkan tenaga dan waktu demi melihat rumah ibadah itu terus berdiri dan berkembang.

Banyak yang mungkin tidak melihat bagaimana perjuangan itu berlangsung. Tapi bagi pengurus, setiap bantuan sekecil apa pun adalah bukti cinta masyarakat kepada masjidnya sendiri.

“Atas nama kepengurusan BTM Al-Hikmah, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jemaah atas partisipasi dalam bentuk sedekah maupun tenaga. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang penuh keberkahan,” ungkap kepengurusan lama dengan penuh haru.

Kini, masa kepemimpinan itu telah sampai pada pergantian tongkat estafet. Amanah besar tersebut resmi dilanjutkan oleh kepengurusan baru yang dipimpin Sadam Abelar sebagai Ketua, Sahrul Mangero sebagai Sekretaris, dan Fadli Parasana sebagai Bendahara.

Pergantian ini bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi. Ini adalah lanjutan dari perjuangan panjang yang dibangun bersama oleh umat. Amanah yang diwariskan bukan hanya soal melanjutkan pembangunan fisik, tetapi menjaga persatuan, merawat kebersamaan, dan mempertahankan semangat gotong royong yang selama ini menjadi fondasi Masjid Al-Hikmah.

Masjid ini berdiri bukan karena kekuatan segelintir orang, tetapi karena ada hati-hati yang ikhlas membantu tanpa berharap dipuji. Ada tangan-tangan yang bekerja diam-diam demi melihat rumah Allah tetap hidup. Bahkan dalam keadaan sulit sekalipun, masyarakat tetap memilih bertahan dan saling menguatkan.

Harapan besar kini tertuju kepada kepemimpinan baru agar mampu membawa Masjid Al-Hikmah menjadi lebih baik, lebih maju, dan tetap menjadi tempat yang mempersatukan umat tanpa membedakan siapa pun.

Karena sesungguhnya, rumah ibadah tidak dibangun hanya dengan semen dan batu. Ia dibangun dengan doa-doa tulus, perjuangan yang panjang, dan hati umat yang tidak pernah berhenti percaya bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar.

Rian

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama