Banda Aceh – Viraltimes.id, Pemerintah Provinsi Aceh bergerak cepat memulihkan sektor pertanian yang terdampak bencana.
Kadis Distanbun Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng, bersama Direktur Perlindungan dan Optimalisasi Lahan Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Dede Sulaeman, ST, menggelar rapat koordinasi strategis dengan jajaran Kodam Iskandar Muda untuk memastikan percepatan program SID OPLA dan LTT di wilayah Banda Aceh berjalan optimal.
Rapat yang berlangsung secara virtual ini mempertemukan unsur sipil dan militer dalam satu forum. Turut hadir Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.IP, Kapok Sahli Kodam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, dan Aster Kodam IM Kolonel Inf Riyandi. Serta para Dandim dan Kadis Pertanian Kabupaten/Kota se-Aceh yang mengikuti secara daring.
Dalam koordinasi tersebut, Dr. Azanuddin menekankan bahwa pemulihan lahan pertanian tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara Distanbun Aceh, Kementan, dan TNI untuk memastikan bantuan sampai ke petani dengan cepat dan tepat sasaran.
“Program SID OPLA dan LTT ini adalah kunci untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian pasca bencana. Tanpa sinergi, target kita akan sulit tercapai. Kehadiran Kodam IM memberikan kekuatan ekstra dalam mobilisasi personel dan percepatan kerja di lapangan,” ujar Azanuddin.
Hal senada disampaikan Direktur Perlindungan dan Optimalisasi Lahan Pertanian Kementan, Dr. Dede Sulaeman. Ia menegaskan bahwa Kementan telah menyiapkan dukungan teknis dan anggaran untuk mendukung percepatan pemulihan. Namun, eksekusi di lapangan sangat bergantung pada koordinasi lokal yang solid.
Program SID OPLA atau Survei Investigasi Desain Optimasi Lahan, Pengairan, dan Lahan Pertanian Abadi, serta LTT atau Luas Tambah Tanam, menjadi fokus utama dalam rapat ini. Kedua program tersebut ditargetkan untuk memulihkan lahan terdampak agar kembali produktif dalam waktu singkat, sehingga ketahanan pangan Aceh tidak terganggu.
Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung program ini. Menurutnya, peran TNI dalam membantu petani bukan hal baru, dan Kodam IM akan mengerahkan Babinsa serta personel untuk membantu pembersihan lahan, perbaikan irigasi, dan pendampingan petani di lapangan.
“Kami hadir untuk memastikan petani tidak berjalan sendirian. Ini bagian dari tugas kami menjaga kedaulatan pangan daerah,” tegas Mayjen Joko.
Kehadiran para Dandim dan Kadistan Kab/Kota secara virtual menunjukkan keseriusan semua pihak dalam menyukseskan agenda ini. Diharapkan, koordinasi yang intensif ini mampu mempercepat proses pemulihan, meminimalkan gagal panam, dan meningkatkan semangat petani untuk kembali bertani.
Bagi masyarakat Aceh, langkah cepat ini membawa angin segar. Di tengah tantangan pasca bencana, kolaborasi antara pemerintah sipil, Kementan, dan TNI menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi lumbung pangan rakyat.
Dengan semangat gotong royong yang kuat, pemulihan lahan pertanian Aceh ditargetkan tidak hanya kembali normal, tapi juga lebih baik dari sebelumnya.
Rian
