Banda Aceh - Viraltimes.id, Polemik anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kian memanas. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRA, Selasa sore 28 April 2026, terungkap bahwa pagu anggaran JKA menyusut drastis hingga tersisa Rp187 miliar.
Ketua DPRA Aceh ,Zulfadhli, A.Md.,mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas penyusutan anggaran JKA yang signifikan ini. "Angka terakhir yang tercatat saat ini Rp187 miliar. Kami tidak pernah dilibatkan. Anggaran yang diinput lebih dulu dipotong sepihak. Bahkan kami tidak tahu siapa yang menyetujui dan siapa yang merampok," kata ketua DPRA Aceh dalam RDP tersebut.
Ketua DPRA Aceh juga mengungkapkan bahwa ada 11 kali perubahan anggaran JKA, namun tidak ada penjelasan yang jelas tentang siapa yang melakukan perubahan tersebut. "Ada 11 kali perubahan. Kami ingin tahu siapa yang melakukan perubahan ini dan siapa yang bertanggung jawab," tegas ketua DPRA Aceh
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus , mengakui bahwa anggaran JKA telah diutak-atik sebanyak 11 kali. Namun, ia tidak memberikan penjelasan yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab atas perubahan tersebut.
Polemik anggaran JKA ini memicu kemarahan masyarakat Aceh, yang menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. "Kami ingin tahu siapa yang merampok anggaran JKA ini. Kami menuntut agar pihak yang bertanggung jawab diadili," kata seorang warga Aceh.
DPRA telah meminta penjelasan lebih lanjut dari pemerintah Aceh tentang polemik anggaran JKA ini. "Kami akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas. Kami tidak akan membiarkan anggaran JKA ini dihabiskan tanpa ada pertanggungjawaban,jika tidak jelas maka harus kita lakukan audit ,, ucap ABG samalanga itu
121AN
