Lampung Timur,Viraltimes.id - Video penggerebekan berdurasi 52 detik yang viral di media sosial dan dikaitkan dengan perburuan pelaku penembakan Brigpol Arya Supena terus memicu perhatian publik.
Di tengah derasnya spekulasi, Kepala Desa Gunung Mekar, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Edi Prayitno akhirnya buka suara. Edi membenarkan lokasi dalam video viral tersebut memang berada di wilayah Desa Gunung Mekar. Namun ia menegaskan, informasi yang menyebut terduga pelaku merupakan warga Kecamatan Jabung tidak benar.
“Ya benar kejadian video viral itu di Desa Gunung Mekar. Tapi bukan warga sini. Informasinya warga Pesawaran yang kebetulan sedang melintas di wilayah kami,” ujar Edi Prayitno dikonfirmasi Wawai News, Senin malam (11/5/2026).
Pernyataan itu muncul setelah media sosial ramai dipenuhi berbagai narasi liar yang mengaitkan penggerebekan tersebut dengan kasus penembakan Brigpol Arya Supena, anggota Dit Intelkam Polda Lampung yang gugur saat menjalankan tugas pada Sabtu (9/5/2026).
Video yang mulai beredar luas sejak Senin sore (11/5/2026) memperlihatkan sejumlah anggota kepolisian bersenjata lengkap melakukan penyisiran dan pengepungan di sebuah rumah warga. Dalam rekaman terdengar beberapa kali letusan senjata api yang langsung membuat suasana mencekam.
Warga sekitar tampak menyaksikan dari kejauhan. Sebagian merekam menggunakan ponsel, sebagian lagi memilih menjauh—karena dalam situasi seperti itu, rasa ingin tahu biasanya langsung kalah cepat dengan naluri menyelamatkan diri.
Narasi yang berkembang di media sosial menyebut operasi tersebut berkaitan dengan pemburuan pelaku penembakan polisi. Namun hingga kini, Polda Lampung belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas pihak yang diamankan maupun hasil operasi tersebut.
Aspirasi Dibenturkan Tembok Kekuasaan, Insan Pers di Lampung Tengah Guncang DPRD dan Pemkab Belum ada kepastian apakah penggerebekan berujung penangkapan, pengembangan penyelidikan, atau operasi lain yang masih berkaitan dengan kasus Brigpol Arya.
Belum ada kepastian apakah penggerebekan berujung penangkapan, pengembangan penyelidikan, atau operasi lain yang masih berkaitan dengan kasus Brigpol Arya.
Warga Desa Gunung Mekar sendiri mengaku sempat kaget dengan ramainya aparat di wilayah mereka. Namun sebagian besar tidak mengetahui secara jelas siapa target operasi tersebut.
“Memang ada penggerebekan. Katanya ada yang ditangkap naik motor, tapi kami tidak tahu siapa,” kata salah seorang warga.
Kasus penembakan Brigpol Arya Supena sebelumnya menjadi perhatian luas publik setelah rekaman CCTV insiden tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban diduga terlibat pergulatan dengan pelaku pencurian kendaraan bermotor sebelum terdengar suara tembakan.
Peristiwa itu memicu respons serius dari kepolisian. Tim khusus disebut langsung dibentuk untuk memburu pihak-pihak yang terlibat dalam penembakan anggota polisi tersebut.
Kemunculan video penggerebekan di Lampung Timur pun membuat publik menduga aparat mulai mendekati titik terang pengungkapan kasus. Namun hingga ada pernyataan resmi, seluruh informasi yang beredar masih bersifat dugaan.
Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana media sosial sering bergerak jauh lebih cepat dibanding klarifikasi resmi. Video belum selesai diputar, narasi sudah berkembang ke mana-mana. Bahkan kadang “warganet investigasi” lebih dulu menyimpulkan sebelum penyidik selesai bekerja.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terpancing spekulasi berlebihan dan tetap menunggu informasi resmi dari kepolisian terkait perkembangan kasus penembakan Brigpol Arya Supena maupun operasi penggerebekan yang viral tersebut.
Widi
