Subulussalam - Viraltimes.id, Jalan rusak di kawasan barat-selatan Aceh, yang membentang dari Subulussalam hingga Aceh Besar, telah menjadi momok bagi para sopir truk yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Mereka telah lama memohon agar pemerintah segera memperbaiki jalan rusak itu, namun hingga kini belum ada tindakan nyata.
"Setiap hari kami berhadapan dengan jalan yang rusak dan berbahaya," kata seorang sopir truk, Ahmad, yang telah 10 tahun melintasi jalur tersebut. "Kami tidak hanya mengantarkan barang, tapi juga mengantarkan nyawa kami sendiri."
Jalan rusak ini tidak hanya mengancam keselamatan pelintas, tapi juga membuat perekonomian di daerah itu bergerak lambat. "Kami tidak bisa mengirimkan barang dengan lancar, biaya operasional meningkat, dan harga barang juga meningkat," kata Ahmad.
Dampak kerusakan jalan ini sangat luas. Para pedagang di pasar-pasar tradisional juga merasakan dampaknya. "Kami tidak bisa menjual barang dengan lancar, karena biaya pengiriman meningkat," kata seorang pedagang, Fatimah.
Pemerintah Aceh dan Badan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah diingatkan tentang kondisi jalan rusak ini, namun belum ada tindakan nyata. "Kami telah mengirimkan surat ke BPJN Aceh, tapi belum ada respons," kata seorang pejabat Dinas Perhubungan Aceh.
Dinas terkait di Provinsi Aceh harus segera menyurati BPJN Aceh untuk mengantisipasi kerusakan jalan di kawasan itu. Termasuk juga mengusulkan peningkatan luas jalan dan memangkas tikungan tajam serta terjal agar kendaraan tidak tersendat saat melintasi jalan itu.
"Jangan biarkan jalan rusak ini terus berlanjut," kata Ahmad. "Kami butuh jalan yang aman dan lancar untuk mengantarkan barang dan nyawa kami."
Pemerintah harus segera bertindak untuk memperbaiki jalan rusak ini. Jangan lagi membuat para sopir truk dan masyarakat di daerah itu menunggu. Mereka telah menunggu terlalu lama.
121AN
