JAKARTA - Viraltimes.id, Kepulauan di timur Indonesia kembali diguncang sorotan tajam. Dari Pulau Taliabu hingga Kepulauan Sula, publik mulai mencium aroma tak sedap dugaan praktik korupsi yang seolah mengakar dan terus berulang tanpa penjelasan yang memuaskan.
Nama Aliong Mus hingga kepemimpinan baru di bawah Sashabila Widya Lufitalia Mus tak luput dari sorotan. Alih-alih membawa angin segar, pergantian kekuasaan justru masih menyisakan keluhan lama: lahan rakyat yang tak kunjung jelas statusnya, serta akses layanan kesehatan yang memprihatinkan.
Bahkan, publik diguncang kabar pilu seorang ibu kehilangan bayinya dalam kandungan, diduga akibat minimnya fasilitas dan akses kesehatan yang layak. Sebuah tragedi yang menggambarkan kegagalan sistem, bukan sekadar kelalaian biasa.
Beranjak ke wilayah tetangga, di bawah kepemimpinan Fifian Adeningsi Mus, persoalan tak kalah pelik. Pembangunan yang dijanjikan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Sebuah rumah sakit yang telah diresmikan justru dikabarkan terbengkalai sunyi, kosong, dan jauh dari fungsi utamanya sebagai penyelamat nyawa.
Tak berhenti di situ, polemik juga merembet ke pembangunan rumah ibadah. Klaim penggunaan “uang pribadi” oleh pejabat justru menimbulkan pertanyaan besar: jika benar demikian, mengapa tercatat dalam skema anggaran publik? Transparansi menjadi kabur, kepercayaan masyarakat pun terkikis.
Dua pulau yang berdampingan ini kini seolah menjadi panggung bagi “tikus-tikus berdasi”istilah yang kembali hidup di tengah kemarahan rakyat. Pertanyaannya sederhana namun menggugah: ada apa dengan Taliabu dan Sula?
Apakah negara akan terus menutup mata terhadap penderitaan yang nyata di depan mata? Ataukah harus menunggu korban berikutnya darah yang tertumpah atau rakyat yang kelaparan baru perhatian itu datang?
Publik menunggu, bukan sekadar janji. Mereka menuntut kehadiran negara yang nyata: transparansi anggaran, penegakan hukum tanpa tebang pilih, serta pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Jika tidak, maka bau busuk ini bukan hanya akan tercium ia akan membusuk lebih dalam, merusak kepercayaan hingga ke akar.
Sufaldi
