Demokrasi Jangan Jadi Dinasti : Seruan dari Tanah Perlawanan Sula

 

SULA - Viraltimes.id, Pernyataan Prabowo Sibela bukan sekadar retorika. Seruannya agar demokrasi tidak terjebak dalam praktik dinasti politik adalah alarm keras bagi masa depan daerah bahkan bangsa. Di tengah euforia demokrasi yang seharusnya menjamin keterbukaan dan keadilan, bayang-bayang kekuasaan yang diwariskan justru menjadi ancaman nyata.

Sula bukan tanah biasa. 

Dua abad silam, tanah ini dikenal sebagai medan perlawanan. Para kapita mengangkat bambu runcing, parang, dan salawaku, bukan untuk ambisi pribadi, tetapi demi harga diri dan kemerdekaan. Semangat itu bukan sekadar catatan sejarah ia adalah warisan moral yang seharusnya hidup dalam setiap generasi.

Namun hari ini, bentuk penjajahan berubah wajah. Ia tidak lagi datang dari bangsa asing, melainkan bisa lahir dari sistem yang dibiarkan dikuasai segelintir orang. Dinasti politik, jika dibiarkan tumbuh tanpa kontrol, berpotensi mematikan meritokrasi, membungkam kritik, dan menjadikan kekuasaan sebagai alat mempertahankan kepentingan keluarga, bukan rakyat.

Di sinilah posisi strategis generasi muda. Mereka tidak lagi dituntut mengangkat senjata, tetapi ditantang untuk mengangkat kesadaran. Mengawal kebijakan, mengkritisi ketidakadilan, dan menolak setiap bentuk kekuasaan yang menyimpang dari prinsip demokrasi.

Belajar dari sejarah bukan berarti hidup di masa lalu, tetapi memastikan nilai-nilai perjuangan tetap relevan hari ini. Jika dahulu penjajah diusir dengan bambu runcing, maka kini ketidakadilan harus dilawan dengan keberanian berpikir, keberanian bersuara, dan keberanian menolak tunduk pada sistem yang tidak adil.

Seruan Prabowo Sibela adalah pengingat: demokrasi bukan warisan keluarga, melainkan amanah rakyat. Jika generasi muda memilih diam, maka dinasti akan tumbuh subur. Tapi jika mereka bangkit, maka Sula akan tetap menjadi tanah perlawanan kali ini melawan ketidakadilan dari dalam.

Pertanyaannya sederhana: apakah generasi hari ini siap menjaga demokrasi, atau justru membiarkannya diwariskan seperti harta keluarga?

Sufaldi 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama