Banda Aceh -Viraltimes.id, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh layanan kesehatan di wilayah Aceh yang terdampak banjir telah kembali beroperasi secara normal.
Kepastian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Bencana DPR RI bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah yang digelar di Banda Aceh,
Budi menjelaskan, banjir besar yang terjadi pada 1 Desember 2025 sempat melumpuhkan layanan kesehatan di berbagai daerah. Sebanyak 87 rumah sakit terdampak, sementara 152 fasilitas kesehatan tidak dapat beroperasi akibat genangan air yang tinggi. Namun, melalui kerja sama lintas sektor yang solid, layanan kesehatan berhasil dipulihkan dalam waktu relatif singkat.
“Dalam waktu dua minggu, tepatnya pada 14 Desember, seluruh 87 rumah sakit sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil kolaborasi luar biasa antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak terkait,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews dari kanal YouTube DPR RI.
Pada fase awal penanganan, Kementerian Kesehatan memfokuskan upaya pada pemulihan operasional rumah sakit dan puskesmas. Dari 152 fasilitas kesehatan yang sempat berhenti total, kini hanya tersisa tiga puskesmas yang belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat. Ketiga puskesmas tersebut berada di Jambur Laklak (Aceh Tengah), Aceh Tenggara, dan wilayah Rusip Antara.
Untuk fasilitas yang rusak total, akan dibangun kembali. Lahan sudah disiapkan oleh pemerintah daerah, dan proses pembangunan akan segera dimulai," jelasnya.
Selain pemulihan sarana, Kementerian Kesehatan juga mengerahkan bantuan tenaga kesehatan secara besar-besaran. Sebanyak 200 hingga 800 relawan kesehatan diterjunkan secara bergilir setiap dua minggu untuk melayani lebih dari 1.000 posko pengungsian serta 120 desa yang sempat terisolasi.
“Kami memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, baik di pengungsian maupun di wilayah terpencil, sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan," kata Budi.
Maddi
