ACEH SELATAN, _ViralTimes.id
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan lewat Dinas PUPR kembali menggelontorkan anggaran jumbo untuk jalan di pedalaman. Proyek Preservasi Jalan Paya Peulumat - Keude Peulumat - Gunung Rotan, Labuhanhaji Timur dengan pagu Rp2,55 Miliar resmi punya pemenang.
Ironisnya, pemenangnya lagi-lagi perusahaan dari Banda Aceh, bukan pengusaha lokal Aceh Selatan.
Berdasarkan dokumen LPSE, proyek yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) TA 2026 ini punya HPS Rp2.549.929.000. Tender dimenangkan CV Azzam Pratama, perusahaan beralamat di Jl. Cut Nyak Dhien, Gampong Emperom, Jaya Baru, Banda Aceh.
Selisih Tipis, Patut Dipertanyakan
CV Azzam mengajukan penawaran Rp2.520.346.161,46. Setelah negosiasi, nilai kontrak dikunci di Rp2.518.000.000.
Artinya:
- Hanya selisih Rp32 Juta dari Pagu (1,25%)
- Hanya selisih Rp31,9 Juta dari HPS (1,25%)
Pola penawaran yang mepet dengan HPS ini yang kerap jadi sorotan. Publik bertanya-tanya, apakah ini kompetisi yang sehat atau sekadar formalitas tender?
"Kalau selisihnya cuma 1 persen lebih, itu namanya bukan tender. Itu seperti sudah diatur siapa pemenangnya. Pengusaha lokal kita dikemanakan?" ujar salah seorang warga Labuhanhaji Timur yang enggan disebutkan namanya.
Lingkup Pekerjaan, Realisasi Ditunggu
Proyek ini mencakup pekerjaan vital: perbaikan tanah dasar, lapis fondasi, lapis penutup, bahu jalan, dan saluran.
Jalan Paya Peulumat - Gunung Rotan selama ini dikenal rusak parah dan jadi keluhan warga. Dengan anggaran Rp2,51 Miliar yang sudah ditetapkan, masyarakat menuntut hasil yang maksimal, bukan asal jadi.
Pertanyaannya sekarang: Akankah pekerjaan Rp2,51 miliar ini benar-benar awet? Atau kembali rusak dalam hitungan bulan seperti proyek-proyek preservasi sebelumnya?
Hingga berita ini diturunkan, Kadinas PUPR Aceh Selatan belum memberikan keterangan terkait alasan pemenang tender dari luar daerah dan mekanisme penentuan harga yang selisihnya sangat tipis.
ViralTimes.id masih berupaya mengkonfirmasi pihak CV Azzam Pratama.
Publik Aceh Selatan kini mengawasi ketat. Jangan sampai DBH rakyat hanya jadi bancakan rekanan titipan.( Rian)
