Sumatera Barat - ViralTimes.id | Dalam struktur masyarakat Minangkabau, kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada satu sosok, melainkan pada kolaborasi empat fungsional yang dikenal dengan sebutan Urang Ampek Jinih (Orang Empat Jenis). Mereka adalah Penghulu, Manti, Malin, dan Dubalang. Keempatnya memiliki peran spesifik yang memastikan adat, agama, keamanan, dan pemerintahan dalam sebuah kaum atau nagari berjalan harmonis.
1. Penghulu merupakan pucuk pimpinan dalam kaum yang dipilih dari unsur ninik mamak dan menyandang gelar Datuak. Sebagai kepala suku, Penghulu memiliki tanggung jawab besar untuk memelihara anak kemenakan dengan prinsip "kusuik ka manyalasaikan, karuah ka manjaniahkan". Ia harus memiliki jiwa yang luas, arif, dan bijaksana, ibarat pohon beringin besar yang menjadi tempat berlindung, tempat bertanya, dan tempat mengadu bagi seluruh anggota kaumnya. Jabatan ini diwariskan secara turun-temurun melalui garis keturunan ibu, di mana seorang Penghulu tegak di "Pintu Adat" untuk menjaga wibawa serta menyelesaikan segala persoalan adat di tingkat hulu.
2. Malin adalah perangkat pembantu Penghulu yang memegang otoritas di bidang keagamaan dan spiritual. Tugas utamanya adalah memastikan syariat Islam berjalan seiring dengan adat, mengajarkan rukun iman, tauhid, hingga tata cara ibadah seperti shalat dan zakat kepada anak kemenakan. Dalam menjalankan perannya, Malin mengkoordinasikan pengajaran agama dan akhlak dengan dukungan imam, katik, bila, dan qadhi. Karena perannya sebagai penjaga nilai-nilai syarak dalam kehidupan kaum, Malin disebut memiliki kedudukan yang tegak di "Pintu Agama".
3. Manti merupakan fungsionaris adat yang bertugas membantu Penghulu dalam urusan pemerintahan dan administrasi adat. Fokus utama seorang Manti adalah menangani segala bentuk silang sengketa dan persoalan yang muncul dalam masyarakat atau internal kaum terkait aturan-aturan adat. Ia bertugas mengawasi penerapan hukum adat agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama. Karena perannya sebagai pemberi solusi dalam berbagai kerumitan masalah warga, Manti memiliki posisi strategis yang disebut tegak di "Pintu Susah".
4. Dubalang atau Panglimo adalah penjaga keamanan dan ketertiban yang bertugas membantu Penghulu di baris terdepan. Berasal dari kata hulubalang, jabatan ini mengemban amanah untuk melindungi kaum dan nagari dari segala bentuk kekacauan maupun huru-hara. Dubalang harus memiliki karakter yang tegas dan berani karena tanggung jawabnya seringkali melibatkan risiko fisik, bahkan nyawa, demi mempertahankan kedamaian lingkungan. Oleh karena keberanian dan ketegasannya dalam menghadapi ancaman berbahaya, Dubalang atau Panglimo dijuluki sebagai sosok yang tegak di "PINTU MATI".
Sumber/Masjid Raya Sumatera Barat - Urang Ampek Jinih (Pangulu, Malin, Manti, Dubalang).
