Banda Aceh - Viraltimes.id
Kakan Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman mengatakan Banda Aceh butuh informasi agama yang akurat dan pelayanan yang transparan. Untuk itu, kami tegaskan filosofi baru di Kemenag Kota Banda Aceh: SATU TUJUAN, DUA PERAN YANG SALING MENDUKUNG.
Humas menyediakan substansi dan informasi terverifikasi. Penyuluh menjelaskan kebutuhan warga dan melaksanakan pembinaan di lapangan. Kolaborasinya adalah evaluasi bersama.ujarnya
Kami juga memahami prinsip Bad News is Good News. Kritik bukan untuk ditutupi, tapi untuk diperbaiki. Humas yang baik harus jujur, cepat, dan transparan. Itulah cara membangun kepercayaan publik.
Untuk itu, kolaborasi dengan media lokal adalah kunci. Media lokal adalah mitra strategis, bukan alat pencitraan, untuk meluruskan hoaks dan menyampaikan program Kemenag secara berimbang.
Namun hari ini kami menghadapi tantangan berat. Kebijakan Efisiensi Anggaran melalui Inpres No. 1 Tahun 2025 membuat operasional Humas dan Penyuluh sangat terbatas. Padahal tugas di lapangan semakin berat.
PADA KESEMPATAN INI, KAMI MEMOHON KEPADA BAPAK PRESIDEN RI, BAPAK PRABOWO SUBIANTO:
Bantulah kami dengan sedikit kelonggaran anggaran untuk Kemenag di daerah.
Fakta di lapangan, Bapak Presiden, di Serambi Mekkah ini masih banyak anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang belum sempurna membaca Al-Qur'an. Mereka butuh guru ngaji, butuh penyuluh yang hadir di gampong-gampong.
Penyuluh butuh transport, butuh modul, butuh dukungan. Jika anggaran terbatas, pembinaan Qur'ani terhambat.
Kami yakin di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo yang peduli pada akhlak bangsa, harapan ini akan didengar.
Untuk itu kami perkuat 5 langkah kerja: Perencanaan Terpadu, Koordinasi Rutin, Pemanfaatan Media Digital, Dokumentasi, dan Evaluasi Berkala.
Humas dan Penyuluh Kuat, Umat Cerdas, Aceh Hebat!(Rian)
