PIT SEKDA ACEH TAUFIK: PENDIDIKAN ISLAMI JADI KUNCI BANGUN GENERASI ACEH YANG UNGGUL DAN BERMARTABAT

 


BANDA ACEH __ViralTimes.id.

 Semangat membangun Aceh dari ruang kelas. Pelaksana Tugas Sekda Aceh, Taufik. memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Pendidikan Daerah / Hardikda Aceh ke-67 Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Aceh,

Mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat”, upacara ini menjadi penanda komitmen Pemprov Aceh menaruh pendidikan sebagai prioritas utama.

Upacara berlangsung khidmat sejak pagi. Hadir unsur Forkopimda Aceh, para Asisten Sekda, Kepala Biro di lingkungan Setda, jajaran SKPA terkait, para kepala sekolah, akademisi, serta ribuan siswa-siswi dari sejumlah sekolah di Kota Banda Aceh.

Kehadiran pelajar dengan pakaian adat dan seragam lengkap menambah semarak. Bendera Merah Putih dan bendera Bulan Bintang berkibar berdampingan.

Dalam amanatnya, Taufik menegaskan bahwa pendidikan Aceh tidak bisa lepas dari jati diri daerah.

_“Tema tahun ini bukan sekadar slogan. Islami, Unggul, dan Bermartabat harus jadi nafas dalam setiap kebijakan pendidikan kita”_, ujar Taufik.

Ia merinci 3 pilar penting:

1.  Islami, Menguatkan pendidikan agama, akhlak, dan syariat Islam sebagai karakter utama pelajar Aceh.

2.  Unggul, Mendorong mutu, inovasi, dan daya saing agar lulusan Aceh mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

3.  Bermartabat,  Menjaga marwah Aceh melalui pendidikan yang beretika, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

_“Mari kita jadikan Hardikda ke-67 ini sebagai momentum evaluasi. Sudah sejauh mana kita memajukan sekolah, guru, dan murid di Aceh”_, tambahnya.

Hardikda Aceh diperingati setiap 2 September. Penetapannya merujuk pada sejarah panjang pendidikan di Tanah Rencong. 

Bagi Pemprov, peringatan ini bukan seremoni. Tapi juga ajang konsolidasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menjawab tantangan: kurikulum, sarana, hingga kesejahteraan guru.

Taufik berharap momentum ini melahirkan program nyata. Mulai dari penguatan Dayah, digitalisasi sekolah, hingga beasiswa untuk siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa, atraksi pelajar, dan foto bersama Forkopimda.(Rian)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama