SIGLI _ _ViralTimes.id_
Praktik kotor kembali terkuak di SPBU. SPBU Sigli 14.241.410 diduga kuat menjadi lokasi penyalahgunaan Bio Solar bersubsidi pada 16 Agustus lalu.
Temuan di lapangan bukan main-main. Ada dugaan pengisian berulang, penggunaan pelat nomor bodong, hingga kendaraan yang dimodifikasi khusus untuk menimbun BBM subsidi.
“Ditemukan juga dugaan praktek pengisian berulang dan penggunaan pelat nomor bodong serta kendaraan yang dimodifikasi,” ungkap sumber di lapangan.
Perbuatan segelintir oknum ini menimbulkan efek domino. Akibatnya terjadi kelangkaan Bio Solar, antrean panjang, transportasi terhambat, hingga biaya operasional komoditas naik.
Puncaknya, praktik ini mendorong kenaikan inflasi dan menyiksa rakyat kecil yang memang berhak atas BBM subsidi.
“Ini bukan sekadar pelanggaran. Ini kejahatan yang merampas hak rakyat,” tegas salah satu sopir angkutan yang terdampak.
Nurlis anggota DPRA menyampaikan, setiap hasil penyidikan terkait penyalahgunaan BBM di SPBU Sigli 14.241.410 akan segera disampaikan ke pihak terkait termasuk BPH Migas
“Hasil tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk pemberian sanksi atau teguran kepada SPBU sesuai ketentuan yang berlaku. Artinya, pengusutan tidak berhenti pada pelaku di lapangan,” ujarnya.
Artinya, SPBU tidak bisa cuci tangan. Jika terbukti membiarkan, sanksi tegas menanti. Mulai dari teguran, pembekuan, hingga pencabutan izin usaha.
Masyarakat dan sopir mendesak APH, BPH Migas, dan Pertamina segera turun. Audit tangki, cek CCTV, dan periksa CCTV 24 jam di SPBU 14.241.410.
Jangan sampai subsidi rakyat dinikmati mafia BBM.
Rian
