Aceh Jaya – ViralTimes.id_
Di balik jeruji besi Lapas Kelas III Calang, bendera Merah Putih berkibar gagah. Sorak sorai dan tawa meledak. Tidak ada sekat antara petugas dan warga binaan. Hari itu, 17 Agustus bukan sekadar tanggal di kalender.
Lapas Kelas III Calang merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan cara yang berbeda. Dengan lomba. Dengan semangat. Dengan harapan.
Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) turun ke lapangan. Ada lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung, hingga cerdas cermat kebangsaan. Keringat bercucuran, tapi wajah mereka sumringah.
"Ini bukan sekadar lomba. Ini bukti bahwa kemerdekaan itu milik semua orang. Termasuk kami yang sedang dibina di sini," ujar salah satu WBP.
PEMBINAAN YANG HUMANIS
Kepala Lapas Kelas III Calang,' Kakanda SUPARMAN ,menegaskan, kegiatan ini sengaja dirancang bukan hanya untuk hiburan.
"Kami ingin menanamkan 3 nilai: Nasionalisme, Kebersamaan, dan Sportivitas. Dari lomba inilah karakter itu ditempa," ujarnya.
Bagi petugas, melihat WBP tertawa lepas adalah bentuk keberhasilan pembinaan. Tembok tinggi tidak boleh memenjarakan semangat kebangsaan.
"Kemerdekaan itu memerdekakan pikiran. Kami ingin WBP keluar nanti sebagai pribadi yang lebih baik, siap kembali ke masyarakat," tambahnya.
PESAN 17 AGUSTUS DARI DALAM LAPAS
Di akhir kegiatan, seluruh WBP dan petugas berbaris. Bendera dikibarkan. Lagu Indonesia Raya menggema memantul di dinding lapas.
Momen itu menjadi pengingat: Merdeka bukan soal bebas secara fisik. Tapi merdeka dari kesalahan masa lalu, dan siap menatap masa depan.
Lapas Kelas III Calang,' Kakanda SUPARMAN ,'membuktikan, pembinaan bisa berjalan dengan hati. Dengan cara yang manusiawi.
Karena setiap warga negara, dimanapun dia berada, berhak merasakan semangat kemerdekaan.
Rian/ Suparman
