Aceh Barat - Viraltimes.id, proyek Pelebaran Jalan Nasional Meulaboh–Nagan Raya yang dikerjakan BPJN Aceh kembali memakan korban. Papan informasi proyek yang sejak awal tidak ada, baru terpasang setelah terjadi kecelakaan. Kondisi ini memicu kemarahan warga dan desakan agar Kasatker BPJN Aceh bertanggung jawab, bukan bungkam.
Pantauan media Viraltimes.id pasca kejadian, papan nama proyek akhirnya berdiri di tepi jalan. Namun warga menyebut pemasangannya terlambat.
“Dari Juni tidak ada papan, tidak ada rambu. Giliran ada korban baru sibuk pasang. Ini namanya tutup malu,”_ujar warga Nagan Raya yang menolak disebut namanya.
Sebelumnya, lokasi proyek gelap gulita. Tidak ada cone, water barrier, lampu PJU sementara, maupun petugas rambu. Material timbunan dibiarkan menghalangi bahu jalan.hingga wartawan ViralTimes.id terjatuh dari sepeda motor.dan belum ada pihak terkait untuk bertanggung jawab atas insiden ini.
Hingga saat ini Kepala Satuan Kerja / Kasatker BPJN Aceh wilayah lll,. M.Abdul Aziz G.S.T,.M.T.belum memberikan biaya pengobatan/permintaan maaf kepada wartawan yg kecelakaan akibat kelalaian PPK dan kontraktor di lapangan, Sikap bungkam ini dinilai bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen / PPk selaku pengawas teknis di lapangan juga disorot. Sesuai Permen PUPR No 10/2021, PPK wajib memastikan kontraktor menerapkan SMKK. Fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.
_“PPK itu perpanjangan tangan negara. Kalau di lapangan K3 nol besar, berarti pengawasan gagal. Jangan lempar tanggung jawab ke kontraktor saja,”_ tegas pengamat infrastruktur Aceh.
Diduga Langgar UU dan Kontrak Miliaran
Proyek ini menggunakan APBN dengan nilai miliaran rupiah. Namun tidak memenuhi UU Jasa Konstruksi No 2/2017 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Rev 2 yang mewajibkan manajemen lalu lintas kerja.
Pakar hukum menyebut, jika terbukti ada unsur kelalaian yang menyebabkan korban, maka kasatker dan PPK bisa dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian menyebabkan orang mati/luka-luka.
_“Jangan tunggu korban berjatuhan lagi. Anggaran negara besar, nyawa rakyat juga besar harganya,”_ ujar koordinator aksi.
Sampai berita ini naik, pihak BPJN Aceh belum menjawab konfirmasi Media_Viraltimes.id alias tutup mata
"Proyek jalan bukan sekadar aspal dan beton. Ada nyawa di ujungnya. Jika K3 diabaikan, maka proyek miliaran itu berubah jadi proyek pembunuhan berencana." Tandasnya.
Rian
