Banda Aceh - Viraltimes.id, Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP. menekankan pentingnya percepatan pemulihan pertanian dan perkebunan pasca-bencana yang melanda Aceh pada November 2025 lalu. Hal ini disampaikan dalam acara Pertemuan Percepatan Kegiatan Lingkup Pertanian dan Perkebunan Aceh di Aula Unit 1 Distanbun Aceh pada Kamis, 30 April 2026.
Dalam sambutannya, M. Nasir menyatakan bahwa pembangunan pertanian dan perkebunan merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya usaha tanaman pangan dan perkebunan yang mampu menghasilkan produk mulai dari hulu sampai hilir. "Pembangunan tanaman pangan berorientasi pada peningkatan produksi dan kualitas hasil, sedangkan perkebunan selain untuk produksi juga berorientasi ekspor," ujarnya.
M. Nasir juga menyoroti kerusakan infrastruktur, sarana pendidikan, jalan, jembatan, dan lahan pertanian dan perkebunan yang terjadi akibat bencana tersebut. "Kami berharap Pemerintah Pusat melalui Kementan dapat mencari solusi terhadap yang belum ada alokasi anggaran," katanya.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, Dr. Hermanto, MP, menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementan akan terus berupaya untuk membantu memulihkan kondisi areal persawahan yang terdampak ke kondisi semula. "Saat ini kami minta pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk mengejar kegiatan sehingga diharapkan secara perlahan mulai akhir Mei ini sudah ada yang bisa ditanami areal persawahannya," ujarnya.
Ir. TA. Khalid, MM, Anggota DPR RI Komisi IV, juga menekankan pentingnya komitmen untuk mempercepat pekerjaan ini cepat selesai sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat untuk bertani kembali. "Petani sudah terlalu lama menunggu, jangan sampai pemerintah dan kita semua lambat menyikapi ini semua," katanya.
Kepala dinas distanbul Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng ,mengatakan Aceh telah dilanda bencana pada November 2025 lalu, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, sarana pendidikan, jalan, jembatan, dan lahan pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi upaya pemerintah pusat melalui Kementan untuk membantu memulihkan kondisi areal persawahan yang terdampak.
Kami juga ingin mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mempercepat pemulihan pertanian dan perkebunan Aceh. Kami percaya bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat memulihkan kondisi pertanian dan perkebunan Aceh menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh Plt. Kadistanbun Aceh,Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng,. Para Kadis yang membidangi Pertanian dan Perkebunan se Aceh, Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan, Pj. Swasembada Pangan Aceh, BBRMP, UNIMAL, USK, UNSAM, Kodam Iskandar Muda, serta perwakilan dari Kodim Aceh Utara, Timur, dan Tamiang, serta tamu undangan lainnya.
121AN

