Tasikmalaya- Viraltimes.id, Jadi point penting dalam kegiatan diskusi dan edukasi bagi para pengelola dapur MBG yang digelar pada saat ini,di Kabupaten Tasikmalaya. sebanyak 78 dapur mengikuti pembinaan dengan jumlah peserta rata-rata empat hingga lima orang dari masing-masing dapur.
Pembina Yayasan Paguyuban, Raden Ucu Supriatna, menegaskan bahwa setiap dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memenuhi berbagai ketentuan administrasi sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah
Hal ini tentunya menjadi kewajiban bagi seluruh dapur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Hari ini ada 78 dapur yang hadir, masing-masing mengirimkan empat sampai lima orang peserta.
Hal itu dikatakan Raden Ucu Supriatna kepada wartawan,pada sabtu (23/05/2026) di Ballroom Grand Metro Hotel di JL.HZ.Musthafa,Kota Tasikmalaya
Lebih lanjut Ucu berujar,kalau kegiatan tersebut saat ini difokuskan untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Namun, sejumlah mitra dari luar daerah seperti Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran juga turut hadir untuk mendapatkan edukasi terkait pengelolaan dapur MBG.
“Tujuannya memberikan edukasi kepada seluruh mitra. Jadi memiliki dapur MBG itu bukan sekadar berjalan begitu saja, tetapi harus melengkapi berbagai administrasi,” ujar Ucu
Adapun sejumlah persyaratan wajib yang harus dipenuhi antara lain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), ISO, dan sejumlah dokumen pendukung lainnya.
seluruh persyaratan tersebut telah tercantum dalam juknis dan wajib dipenuhi oleh setiap mitra penyelenggara dapur MBG. Selain itu, para KSPG yang ditugaskan oleh Badan Gizi Nasional juga memiliki kewajiban untuk terus mengingatkan para mitra terkait kelengkapan administrasi tersebut,"tandasnya
“Maka hari ini kami kumpulkan semuanya untuk berdiskusi bersama. Apa yang menjadi kendala, mari kita rembukkan dan pecahkan bersama-sama.
Dalam kegiatan itu, pihak penyelenggara turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah sebagai satuan tugas, aktivis sosial, hingga organisasi kemasyarakatan seperti Eksponen 96, PPH, dan perwakilan dari Pemuda Pancasila.
Untuk itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat tersebut bertujuan agar pelaksanaan Program MBG dapat berjalan secara transparan dan mendapat pengawasan bersama.
“Program ini bukan hanya untuk masyarakat Tasikmalaya atau Pangandaran saja, tetapi program nasional untuk seluruh Indonesia. Karena itu wajib diawasi bersama-sama,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para aktivis dan insan media yang dinilai turut mendukung keberlangsungan program tersebut melalui pemberitaan yang berimbang.
"Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh aktivis dan rekan-rekan media. Jangan hanya memberitakan hal-hal negatif saja, tetapi kegiatan positif seperti ini juga perlu disampaikan agar masyarakat mengetahui bahwa kami benar-benar serius melengkapi administrasi demi mendukung program menuju Indonesia Emas 2045,"harapnya(MH)
.
