Tasikmalaya-viraltimes.id, jum'at, 03/04/2826
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tasikmalaya tahun 2025 mencapai 76,59 poin, melampaui rata-rata Jawa Barat. ”Pertumbuhan ekonomi juga naik menjadi 5,39 persen, dari sebelumnya 5,22 persen pada tahun 2024. Itupun Belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kesejahteraan.
Hal itu dikatakan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat Pemerintah Kota Tasikmalaya Menggelar Rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Tasikmalaya Tahun 2027 yang bertempat di Aula Bappelitbangda, pada Kamis (2-4- 2026.)
Lebih lanjut Viman berujar,bahwa angka kemiskinan tercatat turun menjadi 10,84 persen, dari 11,10 persen pada Tahun 2024. Namun, untuk sementara kemiskinan ekstrem juga menurun menjadi 0,46 persen. Tingkat angka pengangguran terbuka ikut menyusut tipis ke angka 6,43 persen.
Akan tetapi angka-angka itu belum cukup untuk membuat Kota Tasik berpuas diri. Masih banyak keluarga yang membutuhkan dukungan agar bisa hidup lebih makmur, sejahtera. “Seolah mengingatkan bahwa statistik bukanlah selimut hangat bagi realitas di lapangan,” kata Viman
Selain itu, ketimpangan masih menjadi persoalan, tercermin dari rasio gini di angka 0,355 poin. Artinya, pertumbuhan ekonomi di Kota Tasik belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh masyarakat.
"Jadi Dalam forum tersebut,pembahasannya yakni
menerangkan tema pembangunan RKPD 2027, yakni peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya
Untuk itu kami menekankan pentingnya menyusun program prioritas di tengah keterbatasan fiskal daerah. Apalagi, penyesuaian transfer keuangan dari pemerintah pusat diprediksi masih berlanjut hingga Tahun 2027.
“Setiap rupiah harus betul-betul berdampak. Jangan sampai habis di atas kertas, tapi tipis di lapangan Pemerintah Kota Tasikmalaya, akan mengandalkan kolaborasi lintas sektor atau pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia bisnis usaha, komunitas, dan media. Dalam Musrenbang ini juga dihimpun berbagai usulan tematik dari kecamatan,mulai dari persoalan klasik seperti sampah dan banjir, hingga penguatan ekonomi lokal melalui sektor hortikultura, perikanan, dan UMKM.
Jadi dengan adanya Musrenbang ini, diharapkan sinergi yang terbangun dapat memperkuat pembangunan Kota Tasikmalaya yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,serta hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(MH)
