Pasien Hampir Mati! Dinkes Pidie Bilang Perawat "Bukan Robot", Publik Tanya: Terus Siapa yang Awasi?

 


SIGLI, -  ViralTimes.id, 10/8/2026.

Nyawa pasien kembali dipertaruhkan di RSUD Citra Husada Sigli. Diduga karena kelalaian tenaga medis, seorang pasien rawat inap nyaris celaka gara-gara infusnya habis dan tidak kunjung diganti.

“Pelayanan Rumah Sakit RSUD Citra Husada kurang bagus. Saya kehabisan infus, masak harus 4 kali dipanggil baru datang. Jika seperti ini saya bisa mati,” bebernya pasien yang minta namanya dirahasiakan, Minggu [3/8/2026] malam.

Ini bukan keluhan perdana. Sumber ViralTimes.id menyebut keluarga pasien lain juga sudah capek komplain karena respon perawat yang lambat di rumah sakit milik Pemkab Pidie ini.

RSUD Citra Husada berada langsung di bawah pembinaan Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie yang dipimpin  dr. Dwi Wijaya

Alih-alih minta maaf dan evaluasi, dr. Dwi justru melontarkan pernyataan yang memicu amarah publik. 

“Jika ada perawat yang tidak melayani pasien dengan baik maka akan ditindak lanjuti,” ujarnya. 

Ia juga menambahkan, “pak kadis mereka juga manusia, bukan robot.”

Pernyataan itu dinilai publik sebagai bentuk cuci tangan. Seharusnya seorang Kepala Dinas,  berkilah soal "manusia dan robot", tapi memastika ada sistem pengawasan, pendidikan, dan sanksi tegas agar kejadian fatal tidak terulang.

“Direktur kesehatan itu tugasnya mendidik dan mengawasi kinerja perawat. Kalau alasannya 'bukan robot', buat apa ada SOP dan kepala dinas?” celetuk salah satu keluarga pasien.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Citra Husada Sigli,'  Juliana, Sp.Ak.  belum memberikan klarifikasi resmi secara tertulis. Awak media masih berupaya mengkonfirmasi terkait SPM, jumlah perawat jaga malam, dan SOP kegawatdaruratan.

Jika terbukti benar, kejadian ini adalah pelanggaran berat terhadap UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menjamin hak pasien atas pelayanan cepat, tepat, dan tidak membahayakan.

Publik Pidie kini bertanya: Berapa banyak lagi pasien yang harus "hampir mati" dulu baru Dinkes dan RSUD mau bergerak? Atau memang pembiaran ini sengaja dipelihara?

Rian

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama