GEBRAKAN PEMULIHAN SAWAH PASCABENCANA, PIT KADISTANBUN ACEH AZZANUDDIN KURNIA RAIH SERAMBI AWARD 2026

 


BANDA ACEH— Viraltimes.id, Komitmen dan kerja nyata di tengah keterbatasan anggaran kembali mendapat apresiasi. Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azzanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng,  berhasil meraih penghargaan bergengsi Serambi Award 2026 kategori "Inovator Pemulihan Pertanian Pascabencana".

Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam puncak Serambi Award 2026 di Banda Aceh, Sabtu malam (30/8/2026). 

GebrAkan "Sawah Bangkit Lagi" Jadi Sorotan

Di bawah kepemimpinan Azzanuddin, Distanbun Aceh meluncurkan program "GEBRAKAN Pemulihan Sawah Pascabencana". Program ini lahir sebagai respons cepat atas kerusakan lahan pertanian akibat banjir dan bencana di sejumlah kabupaten di Aceh pada akhir 2025 lalu.

Lewat pendekatan terpadu, program ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik sawah, tapi juga pada pemulihan ekonomi petani.

3 Pilar utama GebrAkan:

1.  Normalisasi & Rehabilitasi Lahan: Pengerahan alsintan, perbaikan irigasi tersier, dan pembersihan lumpur pascabanjir di 12 kabupaten terdampak.

2.  Bantuan Benih & Pupuk Tanggap Darurat: Penyaluran benih padi tahan genangan dan pupuk bersubsidi gratis kepada 15.000 KK petani.

3.  Pendampingan & Sekolah Lapang: Tim penyuluh turun langsung ke desa untuk memastikan pola tanam kembali dan mencegah gagal panen.

"Hasilnya alhamdulillah. Dalam 4 bulan, lebih dari 8.700 hektar sawah yang sempat rusak sudah bisa ditanami kembali. Ini bukan kerja satu orang, ini kerja seluruh penyuluh dan petani di Aceh," ujar Azzanuddin usai menerima penghargaan.

Serambi Award 2026 diberikan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi Aceh. Dewan juri menyoroti kecepatan Distanbun Aceh dalam merespons bencana tanpa menunggu anggaran besar.

"Pak Azzanuddin membuktikan bahwa birokrasi bisa gesit. Dengan sumber daya yang ada, beliau menggerakkan semua jajaran untuk memastikan lumbung pangan Aceh tidak kolaps pascabencana. Itu yang kami apresiasi," ujar Pimpinan Redaksi Serambi Indonesia.

Gelar IPU dan ASEAN Eng yang disandangnya juga menjadi bukti kapasitas beliau dalam membawa praktik pertanian Aceh setara dengan standar regional.

Azzanuddin menegaskan penghargaan ini akan menjadi pelecut semangat. Ke depan, Distanbun Aceh akan fokus pada pembangunan sistem peringatan dini banjir untuk lahan pertanian dan pengembangan varietas padi lokal yang lebih tangguh.

"Kami ingin petani Aceh tidak hanya bangkit, tapi juga lebih kuat menghadapi perubahan iklim. Sawah harus tetap produktif, meski bencana datang lagi," tegasnya.

Keberhasilan "GEBRAKAN" ini kini menjadi model pemulihan pertanian pascabencana yang akan direplikasi di provinsi lain di Sumatera.(Rian)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama