BANDA ACEH -ViralTimes.id Rumor pemotongan sepihak jasa pelayanan atau jaspel bagi tenaga kesehatan dan pegawai di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh akhirnya diluruskan.
Direktur RSUDZA, Dr. Muhazar, S.KM., M.Kes menegaskan tidak ada pemotongan hak. Yang terjadi adalah penyesuaian nominal jaspel sesuai kondisi keuangan rumah sakit saat ini.
"Jaspel itu bukan gaji pokok. Besarnya fluktuatif karena dasarnya adalah pendapatan rumah sakit. Ada formula resmi yang kita pakai. Jadi kalau pendapatan turun, jaspel ikut menyesuaikan. Kalau naik, jaspel juga naik," jelas Muhazar saat dikonfirmasi wartawan ViralTimes ,Senin [27/7/2026].
Pendapatan RSUDZA 3 Tahun Berturut-turut Turun
Menurut data internal RSUDZA yang dipaparkan Muhazar, pendapatan rumah sakit mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir.
Tahun 2024 pendapatan tercatat Rp52 miliar. Lalu turun menjadi Rp50 miliar di 2025. Dan pada 2026 kembali menyusut ke Rp45 miliar.
Penurunan omzet sebesar Rp7 miliar dalam 2 tahun ini, kata Muhazar, menjadi dasar logis kenapa nilai jaspel ikut terkoreksi secara otomatis sesuai aturan.
"Jadi istilah yang tepat itu penyesuaian, bukan pemotongan sepihak. Semua sudah sesuai formula dan kapasitas keuangan rumah sakit," tuturnya.
Jaga Pelayanan Tetap Optimal
Muhazar memahami kekhawatiran nakes dan pegawai. Namun ia memastikan pelayanan kepada pasien tidak akan dikorbankan meski ada efisiensi.
"Kita tetap berkomitmen menjaga mutu layanan. Penyesuaian ini langkah yang harus kita ambil agar rumah sakit tetap sehat secara keuangan dan bisa terus beroperasi," tegasnya.
Pihak manajemen RSUDZA juga disebut akan terus membuka ruang dialog dengan perwakilan nakes agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait kebijakan ini.
121AN
