BANDA ACEH — Viraltimes.id, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional - BPJN Aceh menerima kunjungan Tim Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi, Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR*.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan* ini berlangsung selama 3 hari, 15-17 Juli 2026 di lingkungan BPJN Aceh.
Monev ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola infrastruktur nasional. Tim pusat melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan pelaksanaan program, koordinasi lintas satker, serta evaluasi progres kegiatan Tahun Anggaran 2026.
_“Kami ingin memastikan program jalan dan jembatan di Aceh berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai target. Bukan hanya fisik yang dikejar, tapi juga kualitas dan manfaatnya untuk masyarakat,”_ujar perwakilan Tim Subdit Pemeval.
1. *Pemantauan Program*: Menilai progres fisik dan keuangan proyek jalan dan jembatan di seluruh Aceh
2. *Koordinasi*: Menguatkan sinergi antara BPJN Aceh, PPK, kontraktor, dan pemerintah daerah agar kendala cepat diselesaikan
3. *Evaluasi Kinerja*: Mengukur capaian target TA 2026 dan mengidentifikasi solusi untuk kendala di lapangan
Pihak BPJN Aceh menyambut baik kegiatan ini. Monev dari pusat dinilai penting sebagai cermin untuk perbaikan tata kelola.
_“Masukan dari Tim Subdit Pemeval akan kami jadikan bahan evaluasi. Target kami satu: pelayanan infrastruktur jalan dan jembatan di Aceh harus semakin baik, cepat, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,”_ kata pejabat BPJN Aceh.
Dengan penguatan monitoring ini, diharapkan tidak ada lagi proyek mangkrak, mutu di bawah standar, atau serapan anggaran yang lambat.
Fokus akhirnya tetap satu: *jalan mulus, jembatan aman, dan mobilitas masyarakat Aceh lancar
Hasil Monev 15-17 Juli 2026 ini akan menjadi bahan rekomendasi bagi Ditjen Bina Marga untuk kebijakan dan percepatan pelaksanaan program infrastruktur di Aceh ke depan.
Rian
