Banda Aceh - Viraltimes.id, Data realisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun 2026 menunjukkan adanya konsentrasi nilai kontrak yang mencolok. 10 perusahaan berhasil menguasai paket proyek dengan total lebih dari Rp144 Miliar.
Kondisi ini memicu pertanyaan publik: apakah proses tender sudah benar-benar terbuka, bersaing, dan akuntabel?
Daftar 10 Penyedia Dominan Tender 2026.
Berdasarkan data resmi realisasi pengadaan 2026, berikut 10 penyedia dengan akumulasi nilai kontrak terbesar:
1. Metadata Solusi Teknologi: 27 paket, Rp23.420.327.971
2. Kreasi Pintar Indonesia: 38 paket, Rp23.034.553.059
3. Kerja Kreasi Nusantara: 34 paket, Rp22.918.647.279
4. Berdikari Sierra Teknologi: 21 paket, Rp16.729.270.389
5. Solusi Kerja Cerdas: 11 paket,
Rp13.172.965.005
6. Mastex Indo Adi Perkasa: 1 paket, Rp12.052.619.183
7. Prima Tekno Integra: 8 paket, Rp9.454.652.570
8. Complus Sistem Solusi: 18 paket, Rp8.609.819.997
9. Generasi Mandiri Teknologi: 11 paket, Rp8.089.850.031
10. Global Sembilan Karya: 5 paket, Rp7.197.760.102
Besarnya jumlah paket dan nilai kontrak yang dikuasai segelintir perusahaan bukan otomatis pelanggaran. Namun pola seperti ini menjadi "red flag" yang wajib diuji melalui audit.
Pakar pengadaan menilai, konsentrasi seperti ini rawan menimbulkan 3 persoalan: persaingan tidak sehat, dugaan kartel, dan penyedia yang tidak sesuai kapasitas.
Publik dan lembaga pemantau mendesak "APIP di setiap K/L dan Pemda, BPK, serta APH" segera melakukan audit investigasi.
Fokus audit yang diminta:
1. Keterbukaan: Apakah spesifikasi tender dibuat "dipesan"?
2. Afiliasi: Apakah ada hubungan kepemilikan antara 10 perusahaan tersebut?
3. Kapasitas: Apakah perusahaan mampu menyelesaikan puluhan paket sekaligus tanpa mengorbankan mutu?
_“Uang negara ratusan miliar tidak boleh hanya berputar di lingkaran yang itu-itu saja. Kalau prosesnya bersih, buktikan lewat audit terbuka dan transparan,”_ ujar salah satu pengamat kebijakan publik.
Hingga berita ini diturunkan, LKPP dan 10 perusahaan yang disebut belum memberikan klarifikasi resmi.
" 121AN "
