Aceh Barat - Viraltimes.id Proyek raksasa pengganti Jembatan Krueng Woyla di Gampong Pribu, Arongan Lambalek, mandek di titik start. Meski duit negara Rp149,82 miliar sudah digelontorkan dan kontrak berjalan 6 bulan, progres fisiknya hanya 0,3%.
Proyek di bawah Kementerian PU melalui Satker PJN Wilayah II Aceh ini dikerjakan PT Marinda Utamakarya Subur. Kontrak 720 hari diteken sejak 22 Desember 2025 dan baru berakhir 11 Desember 2027. Artinya, waktu tersisa tinggal 18 bulan untuk menuntaskan 99,7% pekerjaan.
Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar, menyebut capaian ini "tidak wajar".
"Kontrak sudah jalan setengah tahun, tapi di lapangan nyaris tidak ada progres. Ini uang rakyat Rp149,8 miliar. Publik berhak tahu, uangnya menguap ke mana dan kerjanya seperti apa," tegas Nasruddin.
Data Proyek:
- Nilai: Rp149,82 miliar dari APBN
- Kontraktor: PT Marinda Utamakarya Subur
- Waktu: 22 Des 2025 – 11 Des 2027
- *Progres 6 bulan: 0,3% versi TTI
- Sisa pekerjaan*: 99,7% dalam 18 bulan
TTI mendesak Satker PJN Wilayah II Aceh dan kontraktor buka-bukaan. Jika ada kendala teknis atau administrasi, harus disampaikan ke publik. Jembatan Krueng Woyla adalah nadi ekonomi warga Arongan Lambalek. Setiap keterlambatan berarti memperpanjang penderitaan warga yang selama ini terisolir.
Hingga kini, baik Satker PJN II Aceh maupun PT Marinda Utamakarya Subur belum memberi penjelasan resmi soal minimnya progres. Publik menunggu, apakah proyek strategis ini akan bernasib sama dengan proyek mangkrak lainnya?
Rian
