Kadistanbun Bireuen Mulyadi Diduga “Alergi” Wartawan, Petani Cot Ara: “Pejabat Tanpa Hati

BIREUEN – Viraltimes.id, Sikap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen Mulyadi, S.E., M.M jadi sorotan. Di tengah 37 hektare sawah Cot Ara, Kutablang gagal panen tertimbun pasir banjir Krueng Peusangan, Mulyadi justru dinilai alergi terhadap wartawan dan minim empati ke petani.

“37 hektare kami mati. Tinggal panen, sekarang jadi pantai. Tapi Kadis malah susah ditemui wartawan. Seperti nggak punya hati lihat petani nangis di sawah,” kata Kasmi Razali, petani Cot Ara, Senin 8 Desember 2025.

Warga serta sejumlah jurnalis mengaku 3x upaya konfirmasi ke Mulyadi mentok. WA tidak dibalas, telepon tidak diangkat, datang ke kantor “lagi rapat”. Padahal statusnya PPK atau penanggung jawab data kerugian pertanian.

“Pejabat itu corong rakyat ke negara. Ini malah bungkam. Petani butuh kepastian: ganti rugi, normalisasi lahan, kapan tanggul dibenahi. Jangan tunggu viral baru muncul,” tegas Rian, wartawan ViralTimes.

Banjir Kubur” Butuh Pemimpin, Bukan Pembungkam

Banjir material 8 Desember 2025 mengubur padi fase akhir + tambak udang warga Cot Ara. Kerugian ditaksir ratusan juta. UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 amanatkan negara hadir. 

“Kalau Kadis alergi wartawan, berarti alergi kritik. Kalau alergi kritik, berarti alergi suara petani. Itu berbahaya,” ujar pengamat pertanian Aceh.

Petani Cot Ara tidak minta drama. Mereka minta pemimpin yang hadir, bukan menghindar saat sawah mereka dikubur pasir.

Rian

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama