Rawat Tradisi di Punden Mbah Surodowo, DPD MATRA Sidoarjo Hidupkan Spirit Macapatan

 

SIDOARJO– Viraltimes.id, Malam yang dingin di kawasan Sruni, Gedangan, berubah menjadi hangat saat gema doa dan tembang melankolis mulai mengalun dari Punden Mbah Surodowo. Di tengah kepungan modernitas, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Sidoarjo membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar seremoni, melainkan perekat sosial yang tak lekang oleh waktu.

Jumat malam (14/5/2026), puluhan pegiat budaya dan warga berkumpul lesehan dalam balutan suasana khidmat. Agenda rutin dua mingguan setiap malam Jumat Pahing ini mengolaborasi dimensi spiritual melalui tawasul-tahlil dan dimensi kultural lewat seni Macapat.

Kegiatan kali ini terasa spesial dengan kehadiran berbagai komunitas pelestari sastra Jawa, di antaranya Sekar Kinanti dan Seloko Gading. Mereka bukan sekadar datang untuk melantunkan bait-bait pupuh, melainkan membawa misi besar: merawat nalar budi pekerti melalui filosofi Jawa.

Wakil Ketua DPD MATRA Sidoarjo, 

Ki Suryo, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya melihat konsistensi para peserta yang hadir dari berbagai penjuru wilayah. Menggunakan bahasa Jawa yang halus, ia menekankan pentingnya menjaga paugeran (aturan) hidup melalui tradisi.

 "Puji Gusti, adi coro tawasul ugi macapat wonten ing Tlatah Sruni, Punden Mbah Surodowo tansah pinaringan kabegjan lan karahayon. Matur sembah nuwun sanget kerawuhanne poro kadang kinasih. Rahayu,"  ungkap Ki Suryo dengan nada rendah hati.

Bukan Sekadar Dendang, Tapi Pesan Moral

Macapat bagi masyarakat Jawa adalah cermin fase kehidupan manusia, mulai dari 

Maskumambang hingga Pucung. Hal inilah yang ditekankan oleh 

Sita, anggota komunitas Macapat Seloko Gading. Menurutnya, tawasul dan macapat adalah paket lengkap hubungan vertikal kepada Sang Pencipta dan horizontal antarsesama.

"Tradisi seperti ini jangan sampai hilang. Anak-anak muda perlu dikenalkan dengan budaya leluhur agar tetap memahami jati diri bangsa," tegas Sita. Ia memandang punden bukan hanya sebagai situs sejarah, melainkan "laboratorium" tata krama bagi generasi Z dan Alpha.

Selain aspek spiritual, kegiatan di Punden Mbah Surodowo ini berfungsi sebagai ruang dialek sosial. Di sela-sela acara, warga saling bertukar gagasan dan memperkuat kerukunan. Di sinilah letak kekuatan MATRA Sidoarjo menjadikan punden sebagai titik temu tanpa memandang kasta sosial.

Harapannya, kegiatan ini terus berjalan secara istiqamah. Dengan semangat  guyub rukun, Punden Mbah Surodowo diproyeksikan tetap menjadi episentrum budaya dan spiritualitas yang membawa ketenteraman bagi warga Sidoarjo di tengah deru kemajuan zaman.

Spirit pelestarian ini menjadi pengingat : seberapa jauh pun kita melangkah maju, akar budaya adalah tempat terbaik untuk pulang.

Sapto

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama