LSM GMBI Minta Polisi Perbanyak Patroli Usai Ada Laporan Kelompok Diduga Bawa Busur di Jalan Urip Sumoharjo

 


MAKASSAR – Viraltimes.id, Aktivis LSM GMBI Wilayah Sulawesi Selatan, Samsunar Alam, S.H., meminta aparat kepolisian meningkatkan frekuensi dan jangkauan patroli keamanan di sejumlah titik rawan di Kota Makassar. Permintaan itu disampaikan setelah ia mengaku melihat sekelompok pengendara sepeda motor yang diduga membawa senjata busur saat melintas di Jalan Urip Sumoharjo, pada dini hari.

Peristiwa tersebut dikisahkan Samsunar terjadi sekitar pukul 02.51 WITA, saat ia dalam perjalanan pulang dari Desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Saat tiba di ruas Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di kawasan Kantor DPRD Sulsel, ia mengaku berpapasan dengan puluhan pengendara yang bergerak dalam satu rombongan.

"Saya melihat sekelompok pengendara motor yang jumlahnya cukup banyak. Dari pengamatan saya, beberapa di antaranya diduga membawa busur, sehingga saya memilih memutar arah demi keselamatan diri sendiri," ujar Samsunar Alam kepada awak media, Minggu (31/5/2026).

Menurut keterangannya, keberadaan kelompok tersebut dinilai berpotensi menimbulkan keresahan serta membahayakan pengguna jalan lain yang masih beraktivitas pada jam-jam sepi. Atas kejadian itu, Samsunar langsung menyampaikan laporan awal ke Tim Hukum dan Pimpinan Wilayah LSM GMBI Sulsel melalui percakapan telepon dan pesan berbasis gawai.

Menanggapi informasi tersebut, Sekretaris Wilayah (Sekwil) LSM GMBI Sulsel, Azis Situru Situru, mengimbau seluruh elemen dan aktivis organisasinya untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah mulai malam hingga dini hari.

"Kami imbau seluruh aktivis tetap berhati-hati. Saat ini kami sedang melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi terkait laporan tersebut. Nanti hasilnya akan kami dalami dan jika diperlukan, akan dikoordinasikan langsung dengan pihak berwenang," tegas Azis.

Selain mengingatkan kewaspadaan anggotanya, Azis juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak. Ia menilai pengawasan orang tua adalah kunci utama mencegah terjadinya kenakalan remaja atau keterlibatan anak dalam aktivitas yang melanggar aturan.

"Orang tua wajib tahu ke mana anaknya pergi, siapa teman bergaulnya, dan apa kegiatannya di luar rumah. Pengawasan keluarga adalah langkah pencegahan paling dasar namun sangat penting," tambahnya.

Sementara itu, Tim Hukum LSM GMBI, Erwin Mahmud, S.H., menilai laporan terkait dugaan aktivitas kelompok yang membawa busur atau indikasi geng motor harus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Informasi tersebut, kata dia, perlu ditindaklanjuti dengan penyelidikan mendalam agar fakta yang sesungguhnya dapat terungkap.

"Hal seperti ini harus ditelusuri siapa yang terlibat, apa tujuannya, dan bagaimana kronologi lengkapnya. Kami berharap polisi bisa lebih sering berpatroli di jam-jam rawan agar masyarakat merasa aman saat berada di jalan raya," ungkap Erwin.

Pihaknya berharap kepolisian segera mengambil langkah pencegahan dan pengamanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Makassar.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan atau keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan tersebut. Redaksi masih membuka ruang konfirmasi bagi pihak kepolisian guna melengkapi pemberitaan ini sesuai prinsip keberimbangan.

Nursan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama