Aceh Besar - Viraltimes.id, Gemuruh takbir menggema di sepanjang jalan Kota Banda Aceh saat malam Idul Adha. Salah satu barisan yang paling menyita perhatian warga datang dari Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Pemuda Gampong Neuheun tampil dengan mobil hias penuh kreasi dan iringan peserta jalan kaki yang kompak. Aksi mereka bukan sekadar memeriahkan malam takbiran, tapi juga menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan syiar Islam generasi muda di ujung Sumatera.
Persiapan pembuatan mobil hias ini memakan waktu berhari-hari. Sejak sore, para pemuda sudah berkumpul di meunasah dan balai gampong. Ada yang mengecat, merangkai dekorasi, memasang lampu, hingga mengatur sound system agar lantunan takbir terdengar sampai ke barisan belakang.
Hasilnya, mobil hias Gampong Neuheun berhasil mencuri perhatian saat melintasi rute pawai. Desainnya yang rapi dan pesan dakwah yang ditampilkan membuat warga yang menonton di pinggir jalan ikut bersemangat melantunkan takbir.
“Anak-anak muda Neuheun luar biasa. Kerja dari siang sampai malam, capek tapi tetap semangat. Itu bukti cinta mereka ke agama dan gampong,” kata salah satu warga yang menyaksikan.
Suksesnya pawai ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Geucik Gampong Neuheun, Sofyan, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Neuheun yang bahu-membahu menyumbangkan dana, tenaga, dan pikiran.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para donatur yang tidak ingin disebutkan namanya. yang ikut berpartisipasi menyediakan perlengkapan dan dukungan teknis pembuatan mobil hias.
“Dukungan donatur dan kawan-kawan sangat berarti. Tanpa mereka, mobil hias ini mungkin tidak akan semeriah ini,” ujar Geucik Sofyan.
Ketua Pemuda Gampong Neuheun menegaskan, pawai takbir bukan hanya seremoni tahunan. Bagi mereka, ini adalah ruang untuk menyuarakan kebesaran Allah sekaligus mempererat silaturahmi antar pemuda.
“Terima kasih kepada seluruh pemuda Gampong Neuheun yang sudah membantu, memberikan semangat dari awal sampai malam takbiran. Peserta jalan kaki, tim dekorasi, tim konsumsi, semuanya kerja keras. Usaha kita bersama ini jadi bagian dari syiar Islam dan kekompakan pemuda yang patut dibanggakan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia berharap semangat ini tidak berhenti di malam takbir saja. Ke depan, pemuda Neuheun ingin terus aktif di kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemudaan yang membangun gampong.
Pawai takbir menjelang Idul Adha memang sudah jadi tradisi khas Aceh. Di Banda Aceh dan sekitarnya, setiap gampong berlomba menampilkan kreasi terbaiknya. Ada yang mengandalkan sound system, ada yang menampilkan teatrikal, dan ada yang menonjolkan nilai estetika seperti Gampong Neuheun.
Tradisi ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi cara masyarakat Aceh menjaga identitas keislaman, menanamkan nilai kebersamaan, dan memberi ruang bagi pemuda untuk menyalurkan kreativitas positif.
Di tengah arus digital dan tantangan zaman, aksi pemuda Neuheun menunjukkan bahwa semangat takbir dan gotong royong masih hidup kuat.
*Apresiasi dari Warga dan Harapan ke Depan*
Antusiasme warga yang menyaksikan pawai menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini dirindukan. Banyak orang tua yang mengajak anaknya menonton dari pinggir jalan sambil merekam momen kebersamaan pemuda Neuheun.
“Semoga tahun depan lebih meriah lagi. Pemuda Neuheun sudah kasih contoh bagus, kompak, kreatif, dan tetap jaga adab,” komentar seorang warga di media sosial.
Geucik Sofyan berharap kekompakan ini terus dijaga. “Gampong kuat kalau pemudanya aktif. Kami di pemerintahan gampong siap dukung setiap kegiatan positif anak-anak muda,” tegasnya.
Rian
Malam takbiran boleh berlalu, tapi semangat yang ditinggalkan Pemuda Gampong Neuheun akan terus jadi inspirasi. Bahwa syiar Islam bisa dilakukan dengan cara kreatif, dan kekompakan pemuda adalah modal besar untuk membangun gampong yang lebih baik.
*Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd.*
