Aceh Besar – Viraltimes.id, Upaya meningkatkan literasi digital dan keterampilan jurnalistik di kalangan pelajar terus digencarkan. SMAN 1 Baitussalam menggandeng pemateri profesional dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Media Informasi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Baitussalam ini diikuti puluhan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik, tim media sekolah, dan pengurus OSIS.
Tujuan utamanya adalah membekali siswa dengan pemahaman dasar tentang pengelolaan media sekolah, teknik penulisan berita, etika jurnalistik, hingga produksi konten digital yang informatif dan bertanggung jawab.
Ketua Panitia Pelaksana, Munawar, S.Pd melaporkan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menuntut sekolah untuk mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan menarik kepada masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan SMAN 1 Baitussalam tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang melek media, kritis, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Kepala SMAN 1 Baitussalam, Jamaluddin, M. Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa era digital menuntut siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga mampu menjadi produsen konten yang kredibel.
“Kami ingin siswa SMAN 1 Baitussalam mampu mengelola media informasi sekolah secara profesional. Melalui bimtek ini, mereka belajar langsung dari praktisi media yang sudah berpengalaman. Harapannya, lahir jurnalis-jurnalis muda yang berintegritas dan mampu membawa nama baik sekolah,” ujarnya.
Ketua PWI Banda Aceh, Nasir Nurdin memberikan materi tentang dasar-dasar jurnalistik, teknik wawancara, dan kaidah penulisan berita yang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
Sementara itu, perwakilan IJTI Aceh,Iranda Novandi dan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Arman Konadi. membawakan materi praktis seputar teknik pengambilan gambar, penulisan naskah berita televisi, dan editing video sederhana untuk media sosial sekolah.
Salah satu pemateri dari PWI menekankan pentingnya verifikasi dan akurasi dalam setiap informasi yang disebarkan.
“Di era media sosial, hoaks menyebar cepat. Anak-anak muda harus jadi garda terdepan melawan hoaks dengan menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara pemateri dari IJTI mengajak siswa untuk lebih kreatif dalam mengemas informasi.
“Media sekolah tidak harus kaku. Kalian bisa membuat konten yang menarik, edukatif, dan disukai teman-teman sebaya. Yang penting, tetap jaga etika dan kebenaran data,” katanya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya, mempraktikkan teknik wawancara, hingga mencoba membuat berita singkat dari simulasi yang diberikan pemateri. Beberapa siswa bahkan langsung mencoba mengedit video liputan kegiatan sekolah menggunakan ponsel mereka.
“Biasanya kami hanya menulis untuk mading. Sekarang jadi tahu cara membuat berita yang benar, cara wawancara, dan cara membuat video berita. Ini sangat membantu untuk mengelola Instagram dan YouTube sekolah kami,” ujarnya semangat.
Kegiatan bimtek ini merupakan bagian dari program sekolah untuk mengoptimalkan peran media informasi sebagai sarana komunikasi positif antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat. Ke depan, SMAN 1 Baitussalam berencana meluncurkan portal berita sekolah dan kanal YouTube yang dikelola penuh oleh siswa.
“Kami ingin SMAN 1 Baitussalam menjadi contoh sekolah yang aktif memproduksi informasi positif. Dengan bimbingan dari PWI dan IJTI, kami yakin siswa-siswa kami mampu melakukannya,” tutup Kepala Sekolah.
Harapan kami kelak dari SMA Negeri 1 Baitussalam bisa lahir kader-kader jurnalis yang handal yang siap menjawab kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.
121AN
