Medan Terjal Tantang Tim Gabungan Evakuasi Korban ATR 45-500 di Bulusaraung ke 3 hari



MAROS-PANGKEP, Viraltimes.id — Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menempuh jalur ekstrem yang selama ini hanya digunakan oleh warga setempat.

Hal itu disampaikan Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Abi Kusnianto, saat ditemui di lokasi PoskoAJU, Desa Tompobulu, kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Senin (19/1/2026).

Menurut Kolonel Abi, jalur yang kini digunakan merupakan akses yang biasa dilalui masyarakat menuju titik lokasi ditemukannya korban sehari sebelumnya. Hingga kini, sekitar delapan personel masih bertahan di area tersebut untuk mengamankan posisi korban.

“Ini jalur berdasarkan petunjuk masyarakat yang bisa mengakses lokasi ditemukannya korban kemarin. Anggota kita sekitar delapan orang masih stay di sana,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya tim sempat mencoba mengevakuasi korban melalui jalur atas. Namun upaya tersebut tidak berhasil akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan Bulusaraung.

“Kemarin kita mencoba mengangkat korban melalui jalur atas, tapi tidak mampu karena cuaca. Sehingga kita mengambil opsi evakuasi melalui jalur masyarakat,” jelasnya.

Abi menegaskan, misi tim yang diberangkatkan tidak hanya melakukan pencarian, tetapi juga difokuskan untuk mengevakuasi korban yang telah ditemukan.

“Tim pertama ini selain pencarian juga melakukan evakuasi. Fokus utama mereka adalah evakuasi,” tegasnya.

Terkait kemungkinan adanya korban lain, Abi menyebut hingga saat ini belum ditemukan tambahan korban. Korban pertama sebelumnya ditemukan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 13.45 WITA.

“Untuk sementara masih satu korban, belum ada tambahan,” katanya.

Ia juga memaparkan bahwa medan pencarian sangat berat dan jarang dilalui manusia. Lokasi tersebut tidak memiliki jalur perkebunan dan berada di kawasan dengan kontur terjal dan berbahaya.

“Kondisi medan memang jarang dilalui masyarakat dan tidak ada perkebunan. Jalur yang kita ambil ini cukup ekstrem untuk evakuasi,” ungkapnya.

Untuk memperluas area pencarian, tim SAR gabungan menambah empat tim yang bergerak dari arah selatan melalui wilayah Maros menuju area dasar jurang. Langkah ini diambil mengingat kontur lokasi yang terjal di bagian atas dan lebih landai di bagian bawah, sehingga serpihan pesawat maupun korban dimungkinkan jatuh hingga ke dasar jurang.

“Kita kirim empat tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat sebagai penunjuk jalan, menuju dasar jurang,” jelas Abi.

Ia berharap, dengan pengecekan langsung ke dasar jurang, proses pencarian korban dapat berjalan lebih maksimal dan membuahkan hasil.

Tim evakuasi yang diterjunkan telah dibekali peralatan khusus, mulai dari perlengkapan mountaineering hingga peralatan modern life, serta didukung personel yang telah terlatih dan berpengalaman dalam menghadapi medan ekstrem.

“Peralatan yang dibawa lengkap, dan personel yang diturunkan memang yang memiliki kemampuan khusus di medan ekstrem,” pungkasnya.(*) Jurnalis: Sakti

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama