Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi Terima Kunjungan Awak Media: Sinergi Media-Polri untuk Informasi yang Sejuk

IDI RAYEUK, ACEH TIMUR–Viraltimes.id,  Ruang kerja Kapolres Aceh Timur sore itu terasa cair. AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. menerima kunjungan silaturahmi dari sejumlah awak media cetak, online, dan elektronik yang bertugas di wilayah hukum Polres Aceh Timur, Jumat 5/1/2026.

Pertemuan sederhana tapi sarat makna. Bukan konferensi pers, bukan rilis kasus. Ini obrolan dari hati ke hati antara penegak hukum dan pilar demokrasi keempat. Tujuannya satu: memperkuat solidaritas dan membangun komunikasi positif demi Aceh Timur yang damai.

Silaturahmi Bukan Formalitas, Tapi Kebutuhan

Sejak menjabat, AKBP Irwan Kurniadi memang dikenal terbuka terhadap media. Baginya, wartawan bukan “musuh” yang hanya menunggu berita negatif, tapi mitra strategis yang sama-sama punya tanggung jawab menjaga Kamtibmas.

“Media itu mata dan telinga masyarakat. Kami di Polri punya tugas dan data. Wartawan punya tugas dan pena. Kalau dua ini bersinergi, hoaks kalah, informasi jernih menang,” buka AKBP Irwan di ruang kerjanya.

Kapolres menegaskan, pintu Mapolres Aceh Timur selalu terbuka untuk insan pers. Mau konfirmasi data, minta wawancara, atau sekadar ngopi bareng untuk memahami konteks lapangan, silakan datang.

“Mari kita hilangkan sekat ‘kalian-kami’. Yang ada hanya ‘kita’ untuk Aceh Timur. Kalau ada berita yang kurang pas, konfirmasi dulu ke kami. Kalau ada kinerja kami yang kurang, kritik dengan data. Itu namanya kontrol sosial yang sehat,” ujarnya.

Dalam suasana kekeluargaan, diskusi mengalir. Awak media menyampaikan kendala di lapangan: sulitnya akses data cepat, maraknya hoaks di grup WA, hingga tantangan menulis berita hukum yang berimbang.

Kapolres menyambut semua masukan dengan kepala dingin. Ia menunjuk Kasi Humas dan Kasat Reskrim untuk jadi “contact person” resmi rekan media. Grup WhatsApp khusus media-polres juga disepakati untuk update cepat, bukan untuk “bocoran” tapi untuk klarifikasi.

“Hoaks itu cepat, tapi kebenaran harus lebih cepat. Makanya kami minta teman-teman media jadi garda terdepan klarifikasi. Kalau ada video viral, tanya dulu ke kami. Kami kasih data dan faktanya. Jangan sampai masyarakat resah karena informasi setengah-setengah,” pesan AKBP Irwan.

Kapolres juga mengapresiasi media yang selama ini membantu kampanye Kamtibmas: tertib lalu lintas, bahaya narkoba, TPPO, dan cegah judi online. “Pena kalian lebih tajam dari peluru. Tulisan yang mendidik bisa selamatkan generasi Aceh Timur,” pujinya.

Perwakilan awak media menyambut baik keterbukaan Kapolres. Mereka berkomitmen menjaga kode etik jurnalistik: akurat, berimbang, tidak memihak, dan tidak mengorbankan nama baik orang tanpa bukti.

“Kami paham tugas Polri berat. Kami juga paham tugas kami mengawasi. Tapi pengawasan itu harus beradab. Silaturahmi hari ini bukti kalau media dan polisi bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” kata salah satu wartawan senior Aceh Timur.

Kesepakatan yang lahir dari pertemuan itu:

1. Saluran komunikasi 24 jam lewat Kasi Humas untuk konfirmasi cepat.

2. Ngopi bareng media tiap 3 bulan sekali, membahas isu strategis daerah.

3. Pelatihan bersama tentang UU ITE, etika pemberitaan kasus pidana, dan perlindungan saksi/korban.

4. Apresiasi jurnalistik untuk karya media yang mengedukasi dan membangun.

Menutup pertemuan, AKBP Irwan Kurniadi berpesan panjang. Ia mengingatkan, tantangan ke depan makin kompleks: judi online, pinjaman online ilegal, kenakalan remaja, dan potensi konflik sosial menjelang pesta demokrasi.

“Kami butuh media untuk meluruskan. Kami butuh media untuk mengingatkan. Tapi kami juga butuh media untuk menguatkan. Beritakan prestasi anak Aceh Timur, beritakan inovasi desa, beritakan polisi yang bantu warga. Biar masyarakat optimis,” katanya.

Kapolres lalu mengajak semua yang hadir foto bersama. Tidak ada sekat meja, tidak ada batas pangkat. Yang ada hanya orang-orang yang sama-sama cinta Aceh Timur.

Rian

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama