Aceh Barat – Viraltimes.id, Isu kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla kembali jadi perhatian serius di Aceh Barat. Memasuki musim kemarau, potensi titik api meningkat. Untuk itu.
Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu Deno Wahyudi, S.E., M.SI., mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
Himbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan anak cucu. Hutan bukan hanya pepohonan, tapi paru-paru dunia dan sumber kehidupan warga pesisir barat.
“Jaga hutan, jaga lingkungan, dan jaga masa depan. Jika menemukan pelaku perusak lingkungan hidup atau hutan, harap segera laporkan ke pihak berwajib. Cegah Karhutla mulai dari diri sendiri,” pesan Kasat Reskrim mewakili Kapolres Aceh Barat.
Aceh Barat punya hamparan hutan yang kaya. Dari hutan lindung di pegunungan sampai hutan mangrove di pesisir. Fungsinya besar: menahan longsor, mengatur tata air, jadi habitat satwa endemik, dan menopang ekonomi masyarakat lewat hasil hutan non-kayu.
Tapi di balik kekayaannya, hutan juga rawan. Pembalakan liar, pembukaan lahan dengan cara bakar, sampai perburuan satwa liar masih jadi ancaman. Sekali hutan rusak, dampaknya berantai: banjir saat hujan, kekeringan saat kemarau, kabut asap yang ganggu kesehatan.
Kasat Reskrim, Deno Wahyudi menegaskan, kerusakan lingkungan adalah kejahatan yang dampaknya dirasakan semua orang, bukan hanya yang tinggal di dekat hutan.
Tahun-tahun sebelumnya, asap Karhutla sempat membuat aktivitas warga lumpuh. Sekolah diliburkan, orang tua batuk-batuk, petani gagal panen. Kebanyakan kebakaran dipicu hal sepele: puntung rokok dibuang sembarangan, pembakaran sampah, atau pembukaan lahan dengan api.
Karena itu, polisi mengingatkan 3 langkah sederhana yang bisa dilakukan semua orang:
1. *Jangan bakar sampah/lahan* sembarangan, apalagi saat angin kencang.
2. *Matikan api dengan air* sampai benar-benar padam kalau masak atau bakar sate di kebun.
3. *Edukasi keluarga & tetangga* soal bahaya Karhutla. Anak kecil harus tahu puntung rokok = bahaya.
“Cegah Karhutla mulai dari diri sendiri. Hal kecil di rumah bisa menyelamatkan ribuan hektar hutan,” kata Iptu Deno.
Polres Aceh Barat menegaskan tidak akan kompromi dengan pelaku perusak lingkungan. Baik itu penebang liar, pembakar hutan, maupun penambang ilegal yang merusak resapan air.
Kasat Reskrim mengimbau warga tidak takut melapor. “Kalau lihat ada aktivitas mencurigakan di hutan, ada asap tidak wajar, atau alat berat masuk kawasan hutan tanpa izin, langsung laporkan ke Polsek terdekat atau call center Polres Aceh Barat. Identitas pelapor dijamin aman,” ujarnya.
Laporan cepat dari warga sering jadi kunci aparat bisa bergerak sebelum api membesar atau pohon habis ditebang.
Upaya jaga hutan tidak bisa kerja sendiri. Polres Aceh Barat sudah bersinergi dengan Kodim 0105/Abar, Pemkab, Manggala Agni, Rimbawan, dan relawan peduli hutan. Patroli gabungan, sosialisasi ke sekolah, sampai pemasangan spanduk imbauan gencar dilakukan.
AKBP Yhogi Hadisetiawan menekankan, tugas polisi bukan hanya menangkap pelaku. Tapi juga mencegah lewat edukasi. “Kami ingin anak cucu kita nanti masih bisa lihat hutan lebat, hirup udara bersih, dan tidak kenal kabut asap,” katanya.
Hutan yang lestari = air bersih, udara sehat, tanah subur, dan ekonomi warga jalan. Hutan rusak = bencana datang silih berganti.
Pesan Kapolres Aceh Barat lewat Kasat Reskrim ini jadi pengingat: menjaga lingkungan bukan tugas pemerintah saja. Tapi tugas kita bersama. Dari geuchik, pemuda, ibu-ibu PKK, sampai anak sekolah.
Aceh Barat bisa jadi contoh daerah yang hebat karena masyarakatnya sayang hutan. Mulai hari ini, mulai dari diri sendiri.
Hutan lestari, Aceh Barat sejahtera. Laporkan perusak lingkungan ke pihak berwajib!
121AN

