HAM Bukan Hanya untuk Pelaku” — Sufaldi Tampilang Soroti Sikap Presiden dan Menteri HAM atas Tragedi Papua

Papua-viraltimes.id, Tragedi berdarah kembali mengguncang Papua. Delapan pendulang emas dilaporkan menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Dari delapan korban tersebut, lima orang telah berhasil teridentifikasi, dan empat di antaranya diketahui merupakan warga Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara.

22/05/2026

Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat Sulawesi Utara. Para korban diketahui datang ke Papua demi mencari nafkah untuk menghidupi keluarga, namun justru meregang nyawa secara tragis di tanah rantau.

Dewan Pertimbangan DPP FERADI WPI Subur Jaya, Sufaldi Tampilang, turut menyoroti pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia, , yang sebelumnya menyebut bahwa perintah “tembak di tempat” terhadap pelaku begal dapat melanggar HAM.

Menurut Sufaldi, penegakan hak asasi manusia memang penting dalam negara hukum. Namun ia mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai kurang tegas dan kurang vokal terhadap berbagai aksi kekerasan yang terus terjadi di Papua.

“Pak Menteri, mengapa ketika berbicara soal hak pelaku kejahatan jalanan suara begitu lantang menentang tindakan tegas aparat, tetapi saat masyarakat sipil, aparat, maupun warga menjadi korban pembunuhan di Papua, respons yang terlihat justru minim? Bahkan hampir tidak pernah terdengar pernyataan tegas bahwa tindakan biadab KKB yang membunuh warga sipil juga merupakan pelanggaran HAM berat,” tegas Sufaldi.

Ia mengingatkan agar jangan sampai muncul kesan bahwa perlindungan HAM hanya berpihak pada kelompok tertentu, sementara penderitaan korban dan keluarga korban seolah kurang mendapat perhatian yang sama.

“Hak asasi manusia bukan hanya bicara tentang hak pelaku, tetapi juga hak masyarakat untuk hidup aman, damai, dan terlindungi dari aksi kekerasan,” lanjutnya.

Sufaldi juga mendesak pemerintah pusat, termasuk Presiden , agar tidak menutup mata terhadap tragedi kemanusiaan yang terus berulang di Papua. Ia meminta negara hadir secara nyata, bukan hanya melalui ucapan belasungkawa, tetapi juga lewat tindakan konkret yang membantu keluarga korban.

“Kami berharap pemerintah segera memfasilitasi pemulangan jenazah para korban ke kampung halaman agar dapat dimakamkan secara layak oleh keluarga. Negara harus hadir dan memiliki mekanisme bantuan yang cepat dan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, tragedi ini bukanlah kejadian pertama. Berulang kali aksi brutal kelompok bersenjata telah merenggut nyawa warga sipil yang datang ke Papua hanya untuk bekerja dan mencari penghidupan yang layak.

“Keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama. Negara memiliki tanggung jawab melindungi setiap rakyat Indonesia di mana pun berada. Jangan sampai keluarga korban merasa berjuang sendiri di tengah duka yang mendalam,” tambahnya.

Ia berharap tragedi kemanusiaan seperti ini menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak terus berulang dan kembali menelan korban berikutnya.

Sufaldi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama