Lewat pernyataan tegas yang diposting di Facebook, Wakil Ketua DPW SATRIA Sulut, Xaverius Kellen Sondakh, memastikan bahwa Manguni Indonesia sama sekali tidak terlibat dalam gerakan maupun agenda penolakan tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah nama dan logo Manguni Indonesia dicantumkan dalam sejumlah postingan dan program yang beredar luas di media sosial tanpa izin resmi dari pengurus organisasi.
“Sekali lagi kami nyatakan bahwa Manguni Indonesia tidak termasuk dalam program mereka untuk menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad di Sulawesi Utara,” tegas Xaverius.
Ia bahkan mempertanyakan pihak-pihak yang secara sepihak menggunakan atribut organisasi tanpa koordinasi maupun persetujuan resmi.
“Woy ngoni yang seenaknya pampang-pampang torang pe logo Ormas Manguni Indonesia di dalam ngoni pe program itu, atas sepengetahuan siapa? Dan izin dari siapa?” tulisnya dengan nada keras.
Pernyataan tersebut disebut mewakili sikap Ketua Umum Manguni Indonesia Recky Roger Koraag, Ketua SATRIA Sulut Alfa Kaliey, serta Panglima Manguni Indonesia Manado Murray Salu.
Mereka menegaskan bahwa upaya pencatutan nama organisasi dalam isu sensitif seperti penolakan tokoh agama berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat dan mencederai semangat toleransi yang selama ini dijaga di Sulawesi Utara.
Di akhir pernyataannya, jajaran Manguni Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian serta persaudaraan antarumat beragama.
“Salam manis, salam toleransi dan salam damai,” tutup pernyataan tersebut.
Sufaldi
