Pidie jaya– Viraltimes.id, Lapangan Kantor Bupati Pidie Jaya, Meureudu, pagi itu berbeda dari biasanya. Barisan ASN, TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, BPBD, hingga pegawai instansi vertikal berdiri tegak dalam Apel Gabungan yang dipimpin langsung Bupati Pidie Jaya.
Apel ini bukan seremoni rutin. Ini adalah pernyataan sikap: Pemkab Pidie Jaya serius membangun Meurah Dua yang maju, dimulai dari disiplin dan kekompakan aparaturnya sendiri.
“Pelayanan terbaik lahir dari ASN yang disiplin, kompak, dan punya tanggung jawab. Apel gabungan ini kita jadikan momentum menguatkan 3 hal itu,” tegas Bupati dalam amanatnya.
Sejak subuh, peserta apel sudah berdatangan. Ada yang dari ujung Trienggadeng, Ulim, hingga Bandar Dua. Semua berkumpul dengan satu tujuan: menyatukan barisan.
Bupati memimpin langsung jalannya apel. Suasana khidmat saat pembacaan Pancasila, UUD 1945, dan Panca Prasetya Korpri. Tujuannya jelas: mengingatkan kembali sumpah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Usai apel, Bupati menyempatkan inspeksi barisan. Helm petugas Dishub dicek, seragam Satpol PP dirapikan, kendaraan operasional BPBD diperiksa. “Detail kecil menentukan kepercayaan besar dari rakyat,” katanya sambil menepuk bahu petugas.
Dalam amanatnya, Bupati Pidie Jaya menyampaikan 3 pilar utama yang harus dipegang seluruh ASN dan instansi terkait:
“Tepat waktu masuk kantor, tepat waktu melayani, tepat waktu menyelesaikan berkas. Disiplin bukan untuk atasan, tapi untuk rakyat yang sudah bayar pajak dan menaruh harapan ke kita,” ujarnya.
Ia meminta kepala OPD jadi teladan. Kalau pimpinan disiplin, bawahan akan ikut. Absensi elektronik dan evaluasi kinerja bulanan akan diperketat.
Pidie Jaya kecil, tapi tantangannya besar. Stunting, kemiskinan, infrastruktur, sampai wisata religi. “Tidak ada OPD yang bisa kerja sendiri. Dinas PU butuh Dinkes, Dinkes butuh Dinsos, semua butuh Bagian Umum. Kita satu tim, bukan solo player,” tegasnya.
Apel gabungan rutin ini jadi ruang memupuk rasa “satu rumah”. Beda seragam, tapi satu tujuan: Pidie Jaya maju.
Bupati mengingatkan, gaji ASN dibayar dari uang rakyat. Karena itu pelayanan harus cepat, ramah, dan tidak bertele-tele. “Sen Senyum, Salam, Sapa. 3S wajib hukumnya. Warga datang dengan masalah, pulang harus bawa solusi,” pesannya.
Ia juga meminta ruang pelayanan publik dibenahi: tempat duduk nyaman, toilet bersih, petugas jaga yang ramah. “Kantor pemerintah harus jadi rumah kedua yang menyenangkan bagi masyarakat,” katanya.
Yang membuat apel ini spesial adalah kehadiran instansi terkait di luar Pemkab. TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Kemenag, hingga BUMN/BUMD ikut satu barisan.
Ini simbol kuat: pembangunan Pidie Jaya butuh kerja kolektif. Program Bupati tidak akan jalan tanpa dukungan keamanan dari TNI-Polri, tanpa pendampingan hukum dari Kejaksaan, tanpa sinergi vertikal.
“Koordinasi yang solid lahir dari kedekatan seperti ini. Habis apel, ngopi bareng, obrolan ringan sering jadi solusi masalah besar,” ujar salah satu kepala OPD.
Apel gabungan ditutup dengan doa bersama agar Pidie Jaya dijauhkan dari bencana dan diberi kemudahan dalam pembangunan. Yel-yel “Pidie Jaya Maju!” menggema, disambut tepuk tangan seluruh peserta.
Di sela-sela, Bupati menyapa ASN satu per satu. Ada yang minta swafoto, ada yang curhat soal kendala di lapangan. Momen ini mencairkan suasana dan mendekatkan pemimpin dengan bawahannya.
Banyak ASN yang mengaku termotivasi. “Abis apel rasanya semangat kerja naik 2x lipat. Pesan Bapak Bupati soal pelayanan itu nusuk ke hati. Kita ini kerja untuk orang tua kita sendiri di kampung,” kata seorang honorer dari Dinas Kesehatan.
Bupati menegaskan, apel tanpa aksi = nol besar. Setelah ini, seluruh OPD wajib turun ke lapangan. Cek jalan rusak, cek posyandu, cek sekolah. Laporan langsung ke beliau.
“Meurah Dua menunggu kerja kita. Jangan sampai rakyat kecewa karena kita lengah. Mulai hari ini, kerja lebih rapi, lebih kompak, lebih ikhlas,” tutupnya.
Rian
