BEKASI – Viraltimes.id, Sebanyak puluhan kepala sekolah dan guru dari berbagai daerah berkumpul di Bekasi untuk mengikuti Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program IN, Program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan Tahap 2 Tahun 2026. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, 11–13 Juni 2026.
Bimtek ini bertujuan memperkuat kapasitas sekolah penerima bantuan agar mampu mengelola dana secara akuntabel dan melahirkan proyek kreatif serta kewirausahaan yang berdampak nyata bagi siswa.
Selama kegiatan, peserta dibekali materi perencanaan program, penyusunan anggaran, pelaporan keuangan, hingga strategi mengembangkan unit usaha berbasis sekolah. Narasumber dari kementerian juga memaparkan praktik baik dari sekolah yang sukses menjalankan Program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan pada tahap sebelumnya.
“Kita ingin bantuan ini tidak berhenti di laporan, tapi benar-benar melahirkan karya dan jiwa wirausaha pada siswa. Sekolah harus jadi laboratorium kreativitas,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Program IN Tahap 2 Tahun 2026 ini menyasar sekolah-sekolah yang lolos seleksi untuk mengembangkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan pendidikan. Melalui proyek kreatif, siswa diajak menciptakan produk, jasa, atau solusi yang relevan dengan potensi daerah masing-masing.
Salah satu kepala sekolah SMK PP Saree,Aceh Besar ,.Muhammad Amin.,SP.,MP.,mengaku bimtek ini sangat membantu sekolahnya menyiapkan program yang lebih terarah.
“Materinya aplikatif, terutama soal menyusun rencana bisnis siswa berbasis potensi pertanian. Kami jadi lebih paham bagaimana mengubah ide anak-anak menjadi produk yang punya nilai jual. Target kami, hasil proyek ini nanti bisa masuk ke pasar lokal,” kata Muhammad Amin.
Peserta lain juga mengaku terbantu dengan simulasi penyusunan proposal dan rencana aksi yang diberikan. Mereka optimistis bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat sepulang ke sekolah.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk melaporkan perkembangan proyek secara berkala dan memastikan dana bantuan tepat sasaran. Bekasi dipilih sebagai lokasi karena aksesnya yang strategis dan fasilitas pendukung yang memadai untuk pelatihan berskala nasional.
Rian
