Aceh Besar - Viraltimes.id, Keterlambatan pembayaran gaji aparatur gampong di Aceh Besar selama empat bulan telah memicu sorotan tajam terhadap komitmen pemerintah daerah. Janji Bupati Muharram Idris untuk membayar gaji aparatur desa setiap bulan seolah-olah menjadi sekadar retorika belaka.
Situasi ini semakin ironis karena terjadi menjelang momentum Idul Fitri, saat kebutuhan ekonomi meningkat. Banyak aparatur gampong terpaksa berutang demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga dan tuntutan sosial di tengah masyarakat.
"Kami bukan minta lebih, hanya hak kami dibayarkan. Untuk lebaran saja kami harus meminjam," kata seorang aparatur gampong yang tidak ingin disebutkan namanya.
Keterlambatan pembayaran gaji ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan aparatur gampong, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas pelayanan di tingkat gampong. Ketika kesejahteraan aparatur diabaikan, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.
"Pemerintah kabupaten Aceh Besar dinilai sangat lambat dalam mencairkan gaji Aparatur Gampong. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut," kata seorang tokoh masyarakat Aceh Besar.
Masyarakat Aceh Besar menuntut Bupati Muharram Idris untuk segera mengambil tindakan konkret dan memastikan pembayaran gaji aparatur gampong dilakukan tepat waktu. "Kami ingin melihat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur gampong," tambah tokoh masyarakat tersebut.
1214N
