ACEH BARAT–Viraltimes.id Sebuah tindakan yang sangat mencoreng wajah pemerintahan dan menunjukkan rendahnya rasa nasionalisme serta disiplin aparatur terungkap di kecamatan Kuala Bhee Aceh barat, Senin, 13/04/2026.
Tim pemantau dari LSM GMBI Aceh menemukan fakta yang sangat memilukan dan tidak dapat ditoleransi: Bendera Merah Putih, simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terpasang di tiang utama dalam kondisi sobek, robek, dan tidak layak tampil.
Foto dan dokumentasi yang diperoleh memperlihatkan dengan jelas bagaimana Sang Saka Merah Putih yang seharusnya dijaga dengan penuh kehormatan justru diperlakukan semena-mena. Bendera yang lusuh dan robek tersebut dibiarkan berkibar, seolah-olah tidak ada rasa hormat sama sekali terhadap darah dan air mata para pahlawan yang mempersembahkan nyawa untuk warna merah dan putih itu.
Kami lsm gmbi aceh mengecam keras kelalaian yang terjadi di Puskesmas Kuala Bhee. Ini bukan sekadar masalah administrasi atau kerapian kantor, melainkan pelanggaran serius terhadap penghormatan terhadap lambang negara.
Bagaimana mungkin sebuah instansi pelayanan publik yang merupakan representasi negara bisa begitu lalai?
Tidak Ada Tanggung Jawab, Pimpinan dan staf jelas tidak memiliki kepedulian terhadap simbol negara. Jika bendera saja tidak bisa dijaga dengan baik, bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa pelayanan kesehatan dan kesejahteraan rakyat akan dikerjakan dengan sungguh-sungguh?
Ketua GMBI mengutarakan ,Peraturan perundang-undangan dan protokol kenegaraan sangat jelas mengatur bahwa bendera yang rusak, robek, luntur, atau kusut TIDAK BOLEH dikibarkan. Membiarkannya berkibar dalam kondisi buruk adalah bentuk penghinaan.Cerminan Sikap Mental: Kondisi bendera yang robek ini adalah cerminan dari mentalitas pengelola yang abai, masa bodoh, dan minim pendidikan karakter. Rasa cinta tanah air bukan hanya diucapkan dalam lisan, tapi dibuktikan dengan tindakan menjaga kehormatan simbol negara.
Kami meminta kepada pihak terkait, khususnya Kepala Puskesmas Kuala Bhee dan jajaran di atasnya untuk:Segera menurunkan bendera yang rusak tersebut dan memusnahkannya sesuai tata cara yang benar dan hormat, jangan sampai dibuang sembarangan.Menggantinya dengan bendera baru yang utuh dan layak secepatnya sebagai bentuk permohonan maaf kepada bangsa.
Mengevaluasi kinerja dan mentalitas seluruh pegawai. Kedisiplinan dan rasa nasionalisme harus ditanamkan kembali, jangan sampai kejadian memalukan ini terulang di instansi manapun.
Bendera Merah Putih adalah harga mati. Tidak ada kompromi untuk hal-hal yang menyangkut kehormatan negara. Siapapun yang bertanggung jawab harus bertindak, bukan diam!
Tousi
