SIDOARJO , Viraltimes.id – Upaya menumbuhkan budaya membaca di tingkat desa terus digerakkan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Wonoayu, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, yang menghadirkan fasilitas Perpustakaan PKK Desa Wonoayu sebagai sarana literasi bagi anggota dan masyarakat.
Perpustakaan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama, terutama bagi kaum perempuan dan ibu rumah tangga yang ingin menambah pengetahuan melalui buku-buku edukatif.
Ketua TP PKK Desa Wonoayu, Siti Artiningsih, mengatakan perpustakaan ini menjadi salah satu upaya mendorong anggota PKK agar lebih dekat dengan budaya membaca. Kamis (5/3/2026)
“Perpustakaan ini kami siapkan sebagai tempat belajar bagi anggota PKK maupun masyarakat yang ingin membaca. Tujuannya agar minat baca bisa tumbuh, terutama di kalangan ibu-ibu,” ujarnya.
Menurut Siti, perpustakaan PKK difungsikan sebagai Pusat Sumber Belajar (PSB) bagi kader PKK. Berbagai buku yang tersedia berisi pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari buku tentang kesehatan keluarga, keterampilan memasak, hingga panduan budidaya seperti ternak ikan lele. Koleksi tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan baru sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.
“Fasilitas ini menyediakan buku-buku edukatif, keterampilan, serta kesehatan yang bisa dimanfaatkan anggota PKK maupun warga,” jelasnya.
Perpustakaan PKK Desa Wonoayu berdiri sejak tahun 2019. Awalnya, koleksi buku berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada masa kepemimpinan Gubernur Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo.
Dari bantuan tersebut, sekitar 500 buku bacaan menjadi koleksi awal perpustakaan yang hingga kini masih dimanfaatkan oleh anggota PKK dan warga.
“Awalnya ada bantuan sekitar 500 buku bacaan dari pemerintah provinsi. Dari situ perpustakaan ini mulai berjalan,” ungkap Siti.
Namun demikian, hingga saat ini pengembangan perpustakaan masih berjalan secara sederhana. Siti menyebut selama ini belum ada anggaran khusus dari pemerintah desa yang dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan tersebut.
“Sejak berdiri sampai sekarang belum pernah ada pembiayaan dari pemerintah desa untuk pengembangan perpustakaan PKK,” katanya.
Kepala Desa Wonoayu, Supriyadi, BSc., membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada penganggaran khusus dari pemerintah desa terkait pengembangan perpustakaan tersebut.
Meski demikian, menurutnya upaya pembinaan tetap dilakukan melalui dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sidoarjo, salah satunya melalui program perpustakaan keliling.
“Biasanya ada perpustakaan keliling dari dinas yang datang ke halaman kantor desa. Itu juga menjadi bagian dari pembinaan literasi di desa,” jelas Supriyadi.
Ia menambahkan, pengembangan perpustakaan desa sebenarnya membutuhkan sinergi berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga, maupun masyarakat agar fasilitas literasi dapat berkembang lebih baik.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan pengembangan melalui sumber pendanaan lain, seperti Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat, Supriyadi menyebut hingga saat ini belum ada program yang mengarah pada dukungan tersebut.
“Selama ini belum ada Pokir anggota dewan yang masuk untuk pengembangan perpustakaan ini,” ujarnya.
Meski fasilitasnya masih terbatas, keberadaan Perpustakaan PKK Desa Wonoayu dinilai tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain menjadi sarana membaca, perpustakaan ini juga menjadi ruang belajar bagi para kader PKK untuk menambah wawasan dan keterampilan.
Sapto
