Domino Naik Kelas, Sidoarjo Gelar Kejurcab ORADO dan Siapkan Atlet Menuju Porprov


Sidoarjo ,– Viraltimes.id , Kabupaten Sidoarjo mulai menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Gedung Youth Center Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Minggu (15/3/2026).

Kejurcab perdana ini menjadi momentum awal pengembangan olahraga domino di daerah. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudhi Irianto, bersama jajaran pengurus ORADO tingkat provinsi dan kabupaten.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum ORADO Jawa Timur Mahenda Abdillah Kamil, Sekretaris ORADO Jatim Esti Nalurani, serta Ketua Harian KONI Sidoarjo Imam Purwanto. Dari jajaran tuan rumah tampak Ketua Umum ORADO Sidoarjo Yonathan Toar Sangari, Ketua Harian Ria Ngegas, Sekretaris Rudi Setiawan, Bendahara Nova Erin Kisimiati, serta penasihat ORADO Sidoarjo M. Zakaria Dimas.

Ketua ORADO Jawa Timur Mahenda Abdillah Kamil menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan Sidoarjo menyelenggarakan kejuaraan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dan KONI menjadi sinyal positif bagi perkembangan domino sebagai olahraga resmi.

“Kejuaraan di Sidoarjo ini luar biasa karena dihadiri langsung Kepala Disporapar dan pengurus KONI. Ini menunjukkan adanya dukungan nyata untuk mendorong ORADO masuk sebagai cabang olahraga di bawah naungan KONI,” ujarnya.

Mahenda menjelaskan, secara nasional organisasi ORADO tergolong baru karena baru dideklarasikan sekitar tiga bulan lalu. Meski demikian, perkembangan di sejumlah daerah cukup pesat, termasuk di Jawa Timur.

Sidoarjo sendiri menjadi daerah kedua di Jatim yang menggelar Kejurcab setelah Banyuwangi. Padahal, agenda pelaksanaan serentak di kabupaten/kota di Jawa Timur rencananya baru digelar pada 28–30 Maret mendatang.

“Sidoarjo diberi kesempatan lebih dulu karena dinilai siap dari sisi teknis maupun administrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Sidoarjo Yudhi Irianto berharap kejuaraan ini mampu menjadi langkah awal pembinaan atlet domino di Kota Delta. Ia menargetkan olahraga tersebut dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing di level provinsi.

“Harapannya, dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet potensial. Kalau pembinaannya konsisten, kami optimistis Sidoarjo bisa bersaing di Porprov Jawa Timur 2027,” kata Yudhi.

Ia bahkan menargetkan Sidoarjo mampu menembus papan atas perolehan medali. Selama ini, Surabaya dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup dominan dalam cabang olahraga tersebut.

“Minimal kita bisa berada di posisi kedua setelah Surabaya, atau kalau memungkinkan menjadi juara umum. Itu tentu butuh proses pembinaan yang serius,” tegasnya.

Yudhi juga mengingatkan pentingnya menjaga citra domino sebagai olahraga yang sehat dan kompetitif. Ia menegaskan bahwa kegiatan domino yang difasilitasi ORADO tidak berkaitan dengan praktik perjudian.

“Domino ini olahraga strategi dan konsentrasi. Sosialisasikan di lingkungan masyarakat tanpa taruhan uang. Tujuannya murni untuk mencari bibit atlet,” pesannya.

Kejurcab ORADO Sidoarjo kali ini diikuti 20 tim atau sekitar 40 atlet yang terbagi dalam dua kategori, yakni kategori junior usia 15–17 tahun dan kategori umum.

Menariknya, peserta datang dari berbagai kalangan, mulai pelajar, komunitas, hingga pekerja profesional. Bahkan, dua jurnalis asal Sidoarjo juga turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut, meskipun harus mengakui keunggulan lawan.

Selama satu hari penuh, pertandingan berlangsung cukup sengit. Setiap tim berupaya menampilkan strategi terbaik untuk meraih kemenangan dan mengamankan tiket ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Para juara dalam Kejurcab ini nantinya akan mewakili Kabupaten Sidoarjo dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 5 April 2026 di Mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya.

Selanjutnya, para atlet terbaik dari tingkat provinsi akan dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) domino yang direncanakan digelar pada 18–19 April 2026 mendatang.

Mahenda berharap kompetisi ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi menjadi awal tumbuhnya komunitas domino yang sehat dan kompetitif di masyarakat.

“Ke depan, kami berharap terbentuk klub-klub domino di lingkungan warga. Kompetisi antar klub bisa menjadi fondasi kuat untuk pembinaan atlet dari tingkat akar rumput," Pungkasnya.

Sapto

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama