Warga Pantai Cermin Kiri Kecewa, Dapur MBG Polri Didominasi Pekerja dari Luar Daerah

 





Serdang Bedagai – Viraltimes.id

Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat Desa Pantai Cermin Kiri, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Minggu 8/2/2026.

Kekecewaan warga mencuat setelah diketahui bahwa Dapur SPPG milik Polri yang beroperasi di wilayah mereka diduga lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja dari luar Desa, sementara warga setempat justru tidak dilibatkan sebagaimana yang dijanjikan saat proses pendaftaran.

Sejumlah warga secara beramai-ramai mendatangi Kantor Kepala Desa Pantai Cermin Kiri pada Minggu, 8 Februari 2026, untuk mempertanyakan proses perekrutan tenaga kerja Dapur MBG. Mereka menuntut kejelasan dan meminta hak agar warga sekitar diprioritaskan bekerja, sesuai dengan ketentuan yang tertulis dalam buku pendaftaran.

“Kami dijanjikan bahwa yang diutamakan adalah warga sekitar MBG, bukan keluarga pemilik atau orang dari jauh. Namun kenyataannya, banyak pekerja justru dari luar desa,” ujar salah satu warga berinisial KJ kepada awak media.

Menurut warga, harapan mereka untuk dapat bekerja di Dapur MBG bertujuan mengurangi angka pengangguran di dusun sekitar. Namun harapan tersebut tidak terwujud.

“Kami sangat kecewa. Rumah kami dekat dengan lokasi MBG, tapi justru tidak diberi kesempatan bekerja. Kalau yang tertulis saat pendaftaran hanya semboyan, tentu ini sangat menyakitkan bagi masyarakat,” lanjutnya.

Kepala Desa Pantai Cermin Kiri juga mengaku kecewa atas kebijakan pihak pengelola MBG. Ia menyebut dirinya pun tidak dilibatkan atau diajak berkoordinasi dalam proses perekrutan tenaga kerja.

“Saya pribadi juga merasa kecewa. Saya tidak pernah dilibatkan dalam penerimaan pekerja MBG di desa saya sendiri. Akibatnya, masyarakat datang ke kantor desa mempertanyakan hal ini kepada saya,” ujar Kepala Desa Pantai Cermin Kiri saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Ia berharap ke depan pihak pengelola Dapur MBG Polri dapat lebih memperhatikan aspirasi masyarakat setempat serta melakukan koordinasi dengan pemerintah desa.

Sementara itu, Ketua LSM Trinusa Kabupaten Serdang Bedagai, Awi Saragih, turut angkat bicara. Ia menilai pelaksanaan MBG di Pantai Cermin Kiri tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita semua tahu pernyataan Presiden Prabowo bahwa MBG harus melibatkan masyarakat setempat. Artinya, program ini tidak hanya soal gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal,” tegas Awi.

Menurutnya, Program MBG seharusnya melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja dapur, sekaligus memberdayakan petani, nelayan, peternak, dan UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan.

“Kalau dikelola dengan benar, rantai pasok bisa dipersingkat, ekonomi daerah tumbuh, dan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat sekitar, bukan hanya penerima makanan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Dapur MBG Polri belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan dominasi pekerja dari luar daerah tersebut,media Viraltimes.id membuka ruang hak jawab sesuai UU Jurnalistik. 

(Subur)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama