Bandar Lampung,Viraltimes.id - Penyelidikan kasus penemuan jasad pria di kamar Pondok Inap Kost Trijo, Jalan Untung Suropati, Kecamatan Labuhan Ratu, terus bergulir.
Hingga kini, Satreskrim Polresta Bandar Lampung telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban, Kasat Reskrim Polresta Bandar
Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman secara menyeluruh. Proses penyelidikan
dilakukan dengan memeriksa keterangan para saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menganalisis
rekaman CCTV, serta menunggu hasil
autopsi dari tim forensik.
"Kami sudah melakukan serangkaian upaya enyelidikan, mulai dari keterangan saksi-saksi di TKP, analisa CCTV, hingga autopsi. Untuk hasil
autopsi masih kami tunggu,' ujar Kompol Gigih saat diwawancarai di Mapolresta Bandar Lampung Senin (9/2/26).
Ia menegaskan, hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah kematian korban mengarah pada tindak pidana atau penyebab lainnya. Semua kemungkinan masih didalami.
"Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan. Nanti setelah hasil pemeriksaan ahli forensik keluar,
baru bisa kami simpulkan," tegasnya.
Terkait identitas korban, Kompol Gigih memastikan bahwa identitas pria tersebut telah terungkap.
Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan Inais dan pencocokan
sidik jari, serta telah dikonfirmasi
kepada pihak keluarga.
"Identitas sudah terungkap,berdasarkan hasil Inafis dan sidik jari korban atas nama Hindra Djaja warga Banten," jelasnya.
Pihak keluarga korban yang berada di Jakarta juga telah dimintai keterangan oleh penyidik. Polisi kini masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi lain, termasuk mereka yang melihat aktivitas korban
saat pertama kali masuk ke kamar Kos.
"Total sementara sudah lima saksi yang kami periksa, namun proses pendalaman masih terus berjalan,"katanya.
Sebelumnya diberitakan, warga jalan Untung Suropati digegerkan dengan
penemuan jasad pria pada Sabtu (7/2/26) sekitar pukul 15.30 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi kepala terbungkus kantong plastik dan terlakban di dalam kamar kos yang baru ditempatinya sejak Kamis.Penemuan tersebut pertama kali
diketahui oleh pemilik kos yang curiga karena korban tidak terlihat
keluar kamar. Saat dicek, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Proses evakuasi jenazah berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian. Ratusan warga memadati lokasi kejadian untuk menyaksikan
proses pemindahan jenazah ke ambulans.
Kompol Gigih menambahkan, jenazah korban telah diserahkan kepada
pihak keluarga dan telah dikremasi di
Jakarta.
"Tenazah sudah kami serahkan kepada keluarga dan sudah dikremasi,"pungkasnya.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami fakta-fakta dilapangan guna memastikan secara pasti penyebab kematian korban dan menutup seluruh celah kemungkinan
adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
@Widi
