Bandar Lampung,Viraltimes.id - Kota Bandar Lampung resmi menjadi daerah dengan jumlah kasus HIV tertinggi di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025. Data Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 333 orang terkonfirmasi positif HIV dalam periode tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Temenggung, pada Jumat (20/2/2026) mengungkapkan bahwa ratusan kasus tersebut merupakan hasil dari kegiatan skrining masif yang dilakukan sepanjang tahun.
“Sepanjang 2025 tercatat 333 orang terkonfirmasi positif HIV. Angka ini merupakan hasil dari pemeriksaan yang diperluas,” ujarnya.
Dari total 333 kasus, sebanyak 227 kasus berasal dari kelompok laki-laki yang berhubungan sesama laki-laki (LSL). Selain itu, sejumlah kasus juga ditemukan melalui skrining yang dilakukan di beberapa lokasi hiburan karaoke.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa temuan tersebut bukan untuk memberi stigma pada kelompok tertentu, melainkan sebagai dasar perencanaan intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Menariknya, angka kasus yang cukup tinggi ini sejalan dengan capaian skrining yang melampaui target. Jika target awal pemeriksaan hanya 3.000 orang, realisasinya mencapai lebih dari 35.000 warga.
Dengan capaian tersebut, tingkat pemeriksaan mencapai 115 persen dari target yang ditetapkan.
Skrining difokuskan pada kelompok rentan, antara lain:
Pasien tuberkulosis (TBC) Warga binaan pemasyarakatan
Kelompok berisiko tinggi Ibu hamil, guna mencegah penularan dari ibu ke bayi
Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi penularan dan mendeteksi kasus sejak dini.
Puskesmas Untuk warga yang terkonfirmasi positif, Dinas Kesehatan langsung memberikan terapi antiretroviral (ARV) secara gratis. Terapi ini tidak menyembuhkan HIV, namun berfungsi menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga penderita dapat menjalani aktivitas secara normal.
Saat ini, sebanyak 31 puskesmas di Bandar Lampung telah disiagakan untuk melayani pengobatan dan pendampingan pasien HIV. Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma terhadap penderita HIV, melainkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya tes dini dan perilaku hidup sehat.
Peningkatan angka kasus di Bandar Lampung disebut tidak lepas dari masifnya kegiatan deteksi dini. Pemerintah daerah menilai, semakin luas skrining dilakukan, semakin banyak kasus yang dapat teridentifikasi dan ditangani lebih awal.
Meski demikian, upaya edukasi kepada masyarakat tetap menjadi fokus utama guna mencegah penularan baru dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
@Widi
