Polemik Rekrutmen MBG di Pantai Cermin Sergai, Warga Lokal Tersingkir: LSM Minta Presiden Prabowo Tak Sekadar Pernyataan

 



Serdang Bedagai- viraltimes.id, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menuai polemik ditengah Masyarakat. Sabtu, 17/01/2026.

Warga Desa Pantai Cermin Kiri dan Desa Kota Pari memprotes proses rekrutmen tenaga kerja MBG yang dinilai tidak memprioritaskan Masyarakat setempat, bertentangan dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto.

Polemik tersebut mencuat pada Rabu, 14 Januari 2026, ketika warga dari dua Desa tersebut mendatangi kepala Desa masing-masing untuk menuntut hak bekerja di dapur MBG yang lokasinya berada dekat dengan permukiman mereka.

Warga Desa Pantai Cermin Kiri mengeluhkan tidak bisa bekerja di MBG meski jarak rumah mereka sangat dekat dengan lokasi operasional. Sementara itu, warga Desa Kota Pari menyampaikan keberatan karena sebagian pekerja yang telah diterima justru diberhentikan setelah bekerja selama dua hingga tiga hari.

“Kami tujuh orang sudah sempat bekerja dua sampai tiga hari, tapi kemudian dikeluarkan dengan alasan tidak diterima. Padahal, yang bekerja justru banyak dari luar Desa,” ujar salah satu perwakilan warga.

Warga Desa Kota Pari juga menilai komposisi tenaga kerja tidak adil, karena jumlah pekerja dari Desa setempat disebut tidak mencapai 50 persen.

Saat dikonfirmasi awak media secara terpisah, Kepala Desa Pantai Cermin Kiri mengaku tidak dilibatkan dalam proses perekrutan tenaga kerja MBG di wilayahnya.

“Saya saja tidak diikutkan dalam penerimaan pekerja MBG di Desa saya, jadi sedikit kecewa juga,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ia juga membenarkan bahwa dirinya telah mengajukan langsung nama-nama warga Desa kepada pihak pengelola MBG agar dapat bekerja.

“Saya heran, mereka sudah bekerja lalu dikeluarkan. Padahal saya sudah langsung berkomunikasi dengan Bapak Ilham Ritonga agar warga saya bisa bekerja di MBG,” lanjutnya.

Akibat kondisi tersebut, kepala Desa mengaku sering didatangi warganya yang mempertanyakan transparansi dan keadilan dalam perekrutan tenaga kerja MBG.

LSM Soroti Kepemilikan dan Kebijakan MBG

Ketua LSM, Awi Saragih, turut angkat bicara dan menyampaikan kekecewaannya terhadap pengelola MBG yang disebut-sebut dimiliki oleh institusi Polri di Desa Kota Pari serta satu lagi milik Ilham Ritonga, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai.

“Saya kecewa. Kita semua tahu pernyataan Presiden Prabowo bahwa MBG harus melibatkan masyarakat setempat. Artinya, program ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi juga pemberdayaan ekonomi warga sekitar,” tegas Awi.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis seharusnya memberi manfaat langsung kepada masyarakat lokal, mulai dari penyediaan bahan pangan oleh petani dan nelayan setempat hingga pelibatan warga sebagai tenaga kerja dapur.

“Kalau yang bekerja justru orang dari jauh atau luar desa, lalu di mana keberpihakan program ini kepada masyarakat sekitar?” tambahnya.

LSM dan Masyarakat meminta pemerintah pusat serta pihak terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Serdang Bedagai agar sejalan dengan tujuan awal program, yakni memperkuat ekonomi lokal, memperpendek rantai pasok, dan memastikan manfaat dirasakan langsung oleh warga sekitar.

(SUBUR)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama