MEMALUKAN! Bantuan Ikan Hendri Maulana Berkah Jadi Petaka, Warga Bubon Berdesakan, Kapus dan Kecamatan Dinilai Gagal Disiplinkan Pembagian

 


BUBON, ACEH BARAT - Viraltimes.id, Niat baik berbagi berkah justru berubah menjadi tontonan yang tidak manusiawi. Pembagian ikan bantuan dari *Hendri Maulana* untuk masyarakat Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, berubah ricuh dan semrawut, pada [isi hari/tanggal], di [isi lokasi].

Pantauan di lapangan, ratusan warga dari berbagai gampong tumpah ruah memadati lokasi pembagian. Mereka harus berdesakan, berpanas-panasan, bahkan ibu-ibu lanjut usia dan ibu hamil terjepit antrean hanya demi mendapatkan seekor ikan bantuan.

Sumber kekacauan diduga kuat karena minimnya kedisiplinan dan lemahnya manajemen dari panitia di lapangan, yakni pihak Puskesmas (Kapus) dan pihak Kecamatan Bubon.

Tidak Ada Sistem, Tidak Ada Pengaturan

Seharusnya, pembagian bantuan sosial diatur dengan sistem yang jelas: kupon per gampong, pembagian per jam, atau pengaturan barisan yang manusiawi. Namun fakta di lapangan berkata lain.

"Tidak ada arahan. Kami disuruh datang saja. Pas sampai, semua orang rebutan. Kapus dan orang kecamatan cuma lihat-lihat saja, tidak ada yang atur barisan. Kami yang tua didorong-dorong anak muda," keluh seorang ibu warga Bubon yang enggan disebutkan namanya dengan nada kecewa.

Akibat tidak adanya sistem antrean dan pengawalan yang tegas, warga yang datang lebih awal justru tidak mendapatkan ikan, sementara yang kuat berdesakan yang dapat.

Padahal bantuan ikan dari Hendri Maulana ini adalah bentuk kepedulian nyata untuk membantu gizi dan ekonomi masyarakat Bubon. Sayang, niat mulia tersebut ternodai oleh buruknya tata kelola di tingkat bawah.

*Kapus dan Kecamatan Harus Bertanggung Jawab

Masyarakat Bubon kini mempertanyakan kinerja Kapus dan pihak Kecamatan Bubon yang dipercaya sebagai perpanjangan tangan penyaluran.

"Kalau tidak mampu mengatur masyarakat, jangan ambil alih pembagian. Serahkan saja ke Keuchik masing-masing gampong, lebih tertib. Ini bantuan jadi ajang rebutan seperti tidak ada harga diri," tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Hendri Maulana sebagai donatur bantuan belum memberikan keterangan resmi terkait kekacauan pembagian tersebut. Namun masyarakat berharap evaluasi total dilakukan.

Jangan sampai bantuan yang seharusnya menjadi berkah dan membawa nama baik Hendri Maulana, justru menjadi citra buruk karena ulah oknum panitia yang tidak disiplin dan tidak punya konsep pembagian yang jelas.

Masyarakat Bubon butuh bantuan yang memuliakan, bukan yang menghinakan dengan desak-desakan.

Rian

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama