Ilario Wakili Indonesia di IGYS, Bekal 29 Karakter Luhur dari Malang

MALANG — Viraltimes.id, Dari lingkungan pendidikan di Malang, Ilario Clayton Putra Mansur melangkah ke forum kepemudaan internasional. Siswa kelas X SMA International Islamic Boarding School (IIBS) Tahfidz Al Manshurin Malang itu terpilih sebagai Youth Delegate Indonesia dalam Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) Batch 3 di Kuala Lumpur, Malaysia, 17–20 November 2026.

Keikutsertaan Ilario bukan sekadar kesempatan mengikuti kegiatan di luar negeri. Forum tersebut menjadi ruang bagi dirinya untuk mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, wawasan global, serta kemampuan berinteraksi dengan pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang.

Kesempatan itu juga mendapat perhatian Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. Ilario bersama orangtuanya, melakukan audiensi di Rumah Dinas Bupati Malang, Selasa (6/10/2026) pagi, dan menyampaikan proposal mengenai keikutsertaannya dalam IGYS.

“Saya dukung dan nanti Kacabdin (Kepala Cabang Dinas Pendidikan-red) akan segera mendatangi rumah dan pondok Ilario ya,” ujar Bupati Malang Sanusi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sanusi meminta proposal dan data pendidikan Ilario untuk didokumentasikan dan ditindaklanjuti melalui pihak terkait.

Indonesia Golden Youth Summit menjadi ruang pengembangan kapasitas generasi muda melalui kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, pertukaran gagasan dan budaya, serta pembahasan isu pembangunan berkelanjutan.

Dalam rangkaian IGYS Batch 3, Ilario akan mengikuti sejumlah agenda, antara lain konferensi Sustainable Development Goals (SDGs), SDGs Project Presentation, kunjungan akademik, forum kepemudaan, hingga kunjungan diplomasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Rangkaian kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi mengenai persoalan pembangunan, bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan, melakukan presentasi, serta membangun jejaring dengan peserta dari berbagai latar belakang.

Bagi Ilario, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus belajar dari pengalaman pemuda lain.

“Saya bersyukur diberi kesempatan ini. Semoga bisa saya jalani dengan baik, membawa hal positif untuk dipelajari, lalu dibagikan lagi kepada teman-teman di sini,” ujar Ilario.

Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Pengetahuan dan perspektif yang diperoleh selama mengikuti IGYS dapat dibawa kembali ke lingkungan sekolah untuk menjadi bagian dari proses belajar bersama.

Di balik keberanian Ilario memasuki ruang internasional, terdapat proses pembentukan karakter yang berlangsung dalam lingkungan pendidikan. Di sinilah 29 Karakter Luhur menjadi relevan sebagai bekal bagi generasi muda untuk berkembang tanpa kehilangan landasan nilai.

Konsep pembinaan SDM Profesional Religius yang dikembangkan LDII menempatkan kompetensi, keterampilan, akhlak, dan nilai keagamaan sebagai unsur yang saling melengkapi. Pendidikan karakter diarahkan agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan untuk berkembang secara profesional, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.

Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kerukunan, kekompakan, kemandirian, serta akhlaqul karimah menjadi bagian dari pembentukan karakter. Dalam praktiknya, karakter tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Ketua Yayasan yang menaungi SMA IIBS Tahfidz Al Manshurin Malang, KH. Kisdiyanto, SE, mengatakan kesempatan belajar di luar lingkungan sekolah dapat menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter santri.

“Kami turut bersyukur atas kesempatan yang diperoleh Ilario. Semoga ini menjadi pengalaman belajar yang berharga baginya dan bisa menjadi salah satu contoh bagi santri lain bahwa banyak jalan untuk terus belajar dan berkembang,” kata KH. Kisdiyanto.

SMA IIBS Tahfidz Al Manshurin Malang memadukan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter. Bekal tersebut diharapkan membuat santri memiliki keberanian untuk menghadapi pengalaman baru, mampu beradaptasi, serta tetap membawa nilai yang telah ditanamkan di lingkungan pendidikan.

“Pendidikan karakter yang kami terapkan bukan untuk mengejar prestasi tertentu semata, tetapi kami senang apabila hal tersebut turut membekali santri untuk berani mencoba hal-hal baru, termasuk kesempatan belajar dan mendapatkan pengalaman di luar negeri,” tambah KH. Kisdiyanto.

Pengalaman Ilario di IGYS menjadi salah satu ruang aktualisasi dari proses tersebut. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan gagasan, dan membangun jejaring di lingkungan internasional menjadi pengalaman yang dapat memperkaya proses pembentukan dirinya.

Sebagai Youth Delegate Indonesia, Ilario membawa identitas sebagai pelajar sekaligus bagian dari generasi muda Kabupaten Malang.

Interaksi dengan pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang menjadi kesempatan untuk memperkenalkan daerah asal serta lingkungan pendidikan tempat ia tumbuh. Pada saat yang sama, forum tersebut membuka ruang untuk belajar dari pengalaman peserta lain dan melihat berbagai persoalan dari perspektif yang lebih luas.

Ilario dijadwalkan berangkat ke Kuala Lumpur pada pertengahan November 2026 bersama delegasi Indonesia lainnya.

Dari Malang, ia membawa bekal pendidikan, pengalaman organisasi, dan pembentukan karakter menuju ruang perjumpaan internasional. Harapannya, pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda untuk berkiprah secara profesional, tetap berlandaskan nilai religius, dan memberi manfaat bagi masyarakat serta bangsa.

Nurdin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama