BANDA ACEH, __ViralTimes.id
Sosok pemimpin yang mau mendengarkan. Itulah yang ditunjukkan Anggota DPR Aceh, llMiza Saaduddin.
Di tengah kegelisahan mahasiswa yang menyoroti fenomena LGBT di tengah masyarakat Aceh, Miza tidak menutup mata. Ia menerima, mendengarkan, dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian mahasiswa terhadap penjagaan moral dan syariat di Serambi Mekkah.
"Kami di DPR Aceh menerima dan mengapresiasi aspirasi mahasiswa yang menyoroti fenomena LGBT di tengah masyarakat Aceh saat ini. Persoalan ini perlu menjadi perhatian kita bersama," tegas ilmiza
Menurutnya, ini bukan persoalan sepele yang bisa diselesaikan oleh satu pihak. Ini adalah persoalan bersama yang menyangkut masa depan generasi.
Bukan Hanya Menindak, Tapi Membentengi
Ilmiza menekankan, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat di akar rumput harus mengambil peran. Semua harus bergerak untuk menjaga dan membentengi generasi muda dari berbagai perilaku yang dapat merusak tatanan sosial, moral, dan nilai-nilai agama yang selama ini menjadi marwah Aceh.
Upaya tersebut, kata illmiza tidak cukup hanya dengan teguran atau penindakan semata.
"Kita harus memperkuat pendidikan agama, pembinaan akhlak, ketahanan keluarga, pendampingan generasi muda, serta menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan positif," ujarnya.
Yang paling menarik, Anggota DPR Aceh juga mengatakan dan menggarisbawahi pendekatan yang harus digunakan. Bukan dengan cara-cara kekerasan.
"Tentunya semua dilakukan dengan pendekatan yang humanis, persuasif, tidak melakukan persekusi, serta tetap berpedoman pada nilai-nilai agama dan adat Aceh," ucapnya.
Sebuah pernyataan yang menunjukkan keseimbangan antara ketegasan menjaga syariat dan kelembutan dalam merangkul generasi muda.
Solusi Konkret: Dorong Fardhu Ain Masuk Sekolah
Sebagai langkah nyata dan ikhtiar jangka panjang, illmiza yang duduk di Komisi VII DPRA yang membidangi pendidikan dan keagamaan ini mendorong sebuah terobosan.
Ia mendorong hadirnya Ragam Pembelajaran Ilmu Fardhu Ain, yang mencakup akidah, syariah, dan akhlak, serta baca tulis Al-Qur'an di dalam dunia pendidikan Aceh.
"Ini merupakan salah satu langkah untuk memperkuat fondasi keagamaan dan karakter generasi muda Aceh sejak dini," jelasnya.
Illmiza percaya, jika seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian dan bergerak bersama, maka Aceh akan mampu menjaga generasinya.
"Jika seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian dan bergerak bersama, Insya Allah kita mampu menjaga generasi Aceh agar tetap berada pada jalan yang baik dan memiliki masa depan yang bermartabat," pungkasnya.
Langkah illmiza Saaduddin ini mendapat pujian. Di saat banyak pemimpin alergi terhadap aspirasi mahasiswa, ia justru menjadikannya sebagai energi untuk membangun kebijakan yang lebih kokoh dan beradab untuk Aceh.(Rian)
