Kapolres Aceh Timur Bersama PJU Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Secara Virtual

 ACEH TIMUR  –  Viraltimes.id, Semangat persatuan kembali dikobarkan jajaran Polres Aceh Timur. Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., bersama para Pejabat Utama/PJU mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Pusat Tahun 2026 secara virtual melalui kanal YouTube. Upacara diikuti langsung dari Aula Bhara Daksa Mapolres Aceh Timur, 

Penggunaan teknologi virtual ini membuktikan Polres Aceh Timur tetap khidmat merayakan momentum nasional meski terbatas jarak dan waktu. Aula Bhara Daksa yang biasanya jadi pusat apel internal, Senin pagi berubah khidmat menjadi ruang upacara virtual.

Tepat pukul 08.00 WIB, upacara tingkat pusat yang dipusatkan di Jakarta mulai disiarkan live. Kapolres AKBP Irwan Kurniadi berdiri tegak di barisan paling depan, diikuti Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, serta personel Polres Aceh Timur.

Dengan mengenakan pakaian dinas lengkap, seluruh peserta upacara mengikuti setiap rangkaian: pengibaran bendera, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, hingga amanat inspektur upacara dari pusat.

“Meski kita ikuti secara virtual, rasa hormat dan khidmat tidak boleh berkurang. Pancasila itu bukan sekadar hafalan, tapi harus hidup dalam setiap tindakan anggota Polri,” tegas AKBP Irwan Kurniadi usai upacara.

Dalam amanatnya, inspektur upacara tingkat pusat mengingatkan bahwa Pancasila adalah kompas bangsa. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus jadi fondasi kerja nyata di lapangan.

Kapolres Aceh Timur menangkap pesan itu sebagai perintah langsung untuk jajarannya. “Tugas kita sebagai Polri itu implementasi Pancasila. Sila ke-2: menolong warga tanpa pandang bulu. Sila ke-3: jaga persatuan, tolak perpecahan. Sila ke-5: berikan pelayanan yang adil untuk semua,” ujarnya di hadapan PJU.

Beliau juga menginstruksikan agar seluruh Polsek jajaran tidak hanya upacara seremonial, tapi menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam program nyata: patroli dialogis, pembinaan kamtibmas ke sekolah, dan penanganan konflik sosial.

Aula Bhara Daksa dipilih karena representatif dan menjadi simbol kehormatan institusi. Bendera Merah Putih dipasang, peserta duduk rapi dengan jarak, dan layar proyektor menampilkan siaran YouTube upacara pusat.

Pemilihan live YouTube juga bagian dari transformasi Polri yang lebih transparan. “Sekarang masyarakat bisa langsung lihat upacara dari pusat. Kita ikut, mereka ikut. Ini bentuk keterbukaan Polri,” kata salah satu PJU.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan bangsa Indonesia. Suasana haru terasa saat lagu “Garuda Pancasila” dikumandangkan bersama dari layar.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa berbeda. Generasi digital harus diajak kembali ke jati diri bangsa. Kapolres menilai, tantangan terbesar sekarang bukan penjajahan fisik, tapi radikalisme, hoaks, dan intoleransi yang memecah persatuan.

“Musuh kita sekarang adalah yang ingin merusak kebhinekaan. Tugas Polres Aceh Timur: jadi benteng terakhir Pancasila di ujung timur Aceh. Kita jaga Idi Rayeuk tetap damai, aman, dan bersatu,” pesan AKBP Irwan Kurniadi.

Beliau juga mengajak seluruh personel menanamkan nilai Pancasila ke keluarga dan lingkungan. “Mulai dari rumah. Ajarkan anak kita toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air. Kalau dari rumah sudah Pancasilais, insyaAllah Aceh Timur kuat,” tambahnya.

Upacara ditutup dengan foto bersama seluruh PJU di depan layar yang masih menampilkan Garuda Pancasila. Momentum itu jadi pengingat: walau di aula Bhara Daksa Idi Rayeuk, hati dan semangat tetap menyatu dengan upacara di pusat Jakarta.

Rian

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama