Menapak Jejak Isra Mi’raj: Jamaah Taipa Diteguhkan untuk Menjaga Salat

MAROS, ViralTimes.id — Peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kembali diperingati dengan penuh kekhusyukan oleh umat Islam di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Peringatan yang berlangsung di Masjid Nurul Jama’ah Taipa, Minggu malam, 4 Januari 2026, menjadi momentum spiritual untuk menguatkan kembali komitmen umat dalam menjaga salat sebagai fondasi kehidupan beragama.

Mengusung tema “Menjaga Salat, Menjaga Hubungan dengan Allah dan Sesama”, kegiatan ini dihadiri oleh jamaah masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda Dusun Taipa. Suasana religius semakin terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan oleh Qori’ Ustadz Tawajjaha, S.Pd, yang membuka acara dengan penuh penghayatan.

Dalam hikmah Isra Mi’raj, Drs. KH. Samsuddin Adam, M.Pd mengulas secara mendalam sejarah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, sebuah perjalanan luar biasa yang menjadi titik ditetapkannya kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.

“Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi amanah besar bagi umat Nabi Muhammad SAW. Salat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah tanpa perantara. Karena itu, menjaga salat berarti menjaga hubungan kita dengan Allah SWT,” tegasnya.

Sementara itu, Ustadz H. Hamsah, M.Pd menekankan bahwa salat yang dijaga dengan baik akan melahirkan pribadi berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial.

“Salat yang benar akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dari salatlah lahir kejujuran, kesabaran, serta rasa hormat kepada sesama. Inilah makna salat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak jamaah menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai sarana muhasabah diri, khususnya dalam meningkatkan kualitas salat, baik dari sisi ketepatan waktu, kekhusyukan, maupun pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah di Masjid Nurul Jama’ah Taipa berlangsung dengan tertib, khidmat, dan sarat makna. Jamaah berharap nilai-nilai Isra Mi’raj tidak berhenti pada peringatan seremonial semata, tetapi mampu mengakar dalam kehidupan umat, menjadikan salat sebagai kekuatan spiritual yang menuntun hubungan harmonis dengan Allah SWT dan sesama manusia.

( S A K T I )

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama